Tanaman Kelapa Sawit : Ciri-ciri , dan Syarat Tumbuh

Yuk Bagikan ..

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) adalah tanaman penting dalam industri perkebunan. Buah kelapa sawit menghasilkan minyak sayur yang umum  menyebutnya sebagai minyak kelapa sawit. Minyak ini penggunaanya luas dalam berbagai produk, termasuk makanan, kosmetik, dan bahan bakar. Dalam artikel ini, kami akan membahas klasifikasi kelapa sawit, morfologi (ciri-ciri), dan syarat tumbuh  dalam budidaya tanaman ini.

tanaman kelapa sawit

Taksonomi Pohon Kelapa Sawit

Kelapa sawit adalah pohon yang memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia. Melihat sejarah pohon kelapa sawit di Indonesia, kita juga perlu memahami karakteristik dari pohon kelapa sawit. Pohon Kelapa sawit adalah tanaman yang memiliki taksonomi dan morfologi yang khas. Taksonomi ini membantu para peneliti dan petani dalam memahami dan mengelola tumbuhan ini dengan baik.

Taksonomi Kelapa sawit termasuk dalam divisi Embryophyta Siphonagama, kelas Angiospermae, ordo Monocotyledonae, famili Arecaceae (dahulu disebut Palmae), subfamili Cocoideae dan genus Elaeis.pohon kelapa sawit.

  • Divisi    Embryophyta Siphonagama
  • Kelas    Angiospermae
  • Ordo    Monocotyledonae
  • Famili    Arecaceae
  • Subfamili    Cocoideae
  • Genus    Elaeis
  • Spesies    
    1. Elaeis guineensis Jacq (African oil palm or macaw-fat)
    2. Elaeis oleifera (Kunth) (American oil palm)

Untuk spesies pohon kelapa sawit ada dua jenis, yaitu

  1. Elaeis guineensis Jacq / African oil palm or macaw-fat (berasal dari daerah afrika barat and afrika selatan barat, terumata di daerah antara Angola dan Gambia)
  2. Elaeis oleifera / American Oil Palm (berasal dari daerah amerika tengah dan selatan atau sekitar daerah honduras sampai brazil utara)

Elaeis guineensis sekarang banyak jadi budidaya di negara-negara tropis di luar Afrika, khususnya Malaysia dan Indonesia yang bersama-sama menghasilkan minyak kelapa sawit dan menjadi pemasok besar dunia.
 Dari kedua spesies kelapa sawit ini memiliki keunggulan masing-masing. E. guineensis memiliki produksi yang sangat tinggi dan E. oleifera memiliki tinggi tanaman yang rendah. Banyak orang sedang menyilangkan kedua spesies ini untuk mendapatkan spesies yang tinggi produksi dan mudah dipanen. E. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.

Morfologi Kelapa Sawit

Morfologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari bentuk dan
struktur tumbuhan. Secara umum, kelapa sawit terdiri atas beberapa bagian yaitu akar, batang, daun, bunga dan buah.   Berikut adalah bagian-bagian penting dari morfologi
Kelapa Sawit.

1.  Akar sawit

Sumber : Oil Palm Roots Architecture in Response to Soil Humidity
akar sawit

Kelapa sawit adalah tanaman monokotil yang tidak memiliki akar tunggang. Radikula pada bibit terus tumbuh dan mencapai panjang 15 meter selama enam bulan.

2. Batang sawit

Pada pertumbuhan awal, batang kelapa sawit melebar tanpa pemanjangan internodia. Titik tumbuh berbentuk seperti kubis dan terletak di pucuk batang.Saat dewasa, kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter.
Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain
itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping
atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.

 3. Daun

Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip. Daun
berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Frond kelapa sawit menyerupai bulu burung atau ayam dan memiliki dua
baris duri tajam. Anak-anak daun tersusun berbaris dua dan memiliki lidi
sebagai tulang daun.

  Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri
yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas
pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelepah yang
mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.

4. Bunga Sawit

Bunganya diproduksi dalam bentuk
padat; masing-masing bunga kecil, dengan tiga sepal dan tiga kelopak.Bunga jantan dan betina terpisah namun berada pada satu pohon
(monoecious diclin) dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga
sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri.  Tanaman kelapa sawit akan
mengeluarkan bunga jantan dan betina setelah berumur tiga tahun. 

Perubahan bunga kelapa sawit menjadi buah

bunga kelapa sawit

 Bunga jantan memiliki bentuk
lancip / lonjong dan panjang sementara bunga betina terlihat bulat / lebih besar dan
mekar. 

Bunga jantan dan betina memiliki warna yang berbeda. Untuk bunga jantannya, warna dari kelapa sawitnya adalah berwarna kuning dengan aroma yang harum. Fungsinya adalah untuk menarik serangga untuk datang. Sedangkan untuk bunga betinanya memiliki warna putih kekuningan serta juga mengeluarkan aroma yang khas.

5. Buah Sawit

Tandan buah matang kelapa sawit biasa disebut Tandan Buah Segar (TBS)
yang biasanya siap dipanen ketika kelapa sawit mencapai usia 3 tahun.
Tanaman akan terus produktif hingga 25 tahun. 

 Bagian dari kelapa sawit yang diolah menjadi minyak adalah buah. Buahnya berwarna kemerahan, seukuran plum besar, dan tumbuh dalam tandan
besar. Setiap buah terdiri dari lapisan luar yang mengandung minyak
(perikarp), dengan biji tunggal (inti sawit), juga kaya akan minyak.Buah terdiri dari tiga lapisan:

  1. Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
  2. Mesoskarp, serabut buah
  3. Endoskarp, cangkang pelindung inti

Berdasarkan ketebalan endoskarpnya, kelapa sawit digolongkan menjadi tiga
varietas yaitu :

  1. Dura
  2. Pisifera, 
  3. Tenera

Menurut warna
buahnya, kelapa sawit digolongkan menjadi tiga varietas yaitu 

  1. Nigrescens
  2. Virescens
  3. Albescens.

Kelapa
sawit berkembang biak dengan cara generatif. Buah sawit matang pada
kondisi tertentu embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula)
dan bakal akar (radikula).Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah
tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang
muncul dari tiap pelepah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak
bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang,
kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan
buah akan rontok dengan sendirinya.

Biji

Inti sawit (kernel, yang sebetulnya adalah biji) merupakan endosperma
dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi.Setiap jenis Kelapa sawit memiliki ukuran dan bobot biji yang berbeda. Biji dura afrika memiliki bobot 4 gram per biji.

Syarat Tumbuh Pohon Kelapa Sawit

Pohon Kelapa Sawit dapat berkembang dengan baik pada tanah yang subur, aerasi dan drainasenya baik, dan serta memiliki pH antara 5,5 – 7,0. Kondisi curah hujan yang ideal untuk tumbuhnya kelapa sawit adalah sekitar 1250 mm hingga 2500 mm per tahun. Ketinggian tempat yang sesuai untuk menanam kelapa sawit adalah antara 0 hingga 500 meter dpl dengan kemiringan lereng sebesar 0 hingga 3%.

Selama seratus tahun terakhir, banyak R&D untuk meningkatkan hasil kelapa sawit termasuk mengoptimalkan varietas yang menghasilkan minyak lebih tinggi. Mulai dengan benih kelapa sawit, seorang pembudidaya perlu menemukan iklim terbaik agar tanaman dapat berkembang.

Kelapa sawit tumbuh paling baik di daerah tropis, itulah sebabnya kelapa sawit meluas di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Kolombia, dan Nigeria. Di Malaysia dan Indonesia, produsen komoditas terbesar, produksi smallholder mewakili sekitar 40% dari total area perkebunan kelapa sawit.

 

Manfaat umum Pohon Kelapa Sawit

Tanaman kelapa sawit ini menghasilkan minyak kelapa sawit mentah dengan kandungan lemak tak jenuh yang lebih banyak daripada minyak yang dibuat dari canola, jagung, biji rami, kacang soy, safflower, dan bunga matahari.

Karakteristik minyak dari pohon kelapa sawit dapat menahan panas lewat proses menggoreng yang ekstrim dan memiliki resistensi oksidasi yang tinggi, sehingga makanan yang goreng bisa lebih crispy.

inyak pohon kelapa sawit juga tidak mengandung lemak trans dan penggunaannya dalam makanan telah berkembang seiring perubahan undang-undang penandaan makanan yang menentukan kandungan lemak trans. Minyak dari pohon kelapa sawit juga digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan biodiesel.Manfaat kelapa sawit adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai bahan baku minyak goreng atau food oil
  2. Sebagai campuran bahan bakar solar atau biodiesel, bioavtur,
  3. Sebagai oli dan pelumas
  4. Bahan pembuatan mentega atau oleo-margarine
  5. Bahan pembuatan pomade
  6. Bahan pembuatan produk kecantikan seperti lotion
  7. Membantu mengurangi rasa luka bakar
  8. Menetralkan rasa pedas dari cabai atau rempah lainnya
  9. Bahan baku pembuatan cat
  10. Bahan baku pembuatan pembersih atau pasta gigi
  11. Sebagai Dempoel
  12. Sebagai pakan ternak
  13. Mencegah karat pada besi dan baja
  14. Kompos atau pupuk
 

BACA JUGA : Data Komposisi Pangan Indonesia

Scroll to Top