Pohon sancang adalah jenis pohon yang menarik untuk jadi tanaman bonsai. Berasal dari alam liar dan memiliki ciri-ciri khas yang mencerminkan keunikan masing-masing bagian, seperti daun hijau tebal dan agak lebar, bunga kecil-kecil berwarna putih kekuningan, dan buah berwarna hijau saat baru tumbuh dan ungu ketika sudah tua. Pohon sancang dapat ditemukan di Indonesia, Sumatera, dan Kalimantan bagian tengah dan timur. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang ciri ciri, manfaat, dan mitos pohon sancang.
Ciri Ciri Pohon Sancang

Pohon sancang memiliki ciri atau morfologi sebagai berikut.
Daun
Berwarna hijau gelap dengan bentuk bulat. Bagian pinggirnya bergerigi dan ukuran daunnya sendiri hanya 0,5 cm hingga 3 cm saja atau sebesar jempol ibu jari tangan orang dewasa. Hal yang menarik dari pohon sancang ini, daunnya tampak berkilau.
Daun yang tumbuh di setiap batang sancang tergolong rapat dan beraturan. Biasanya terdapat 8 hingga 12 helai daun di setiap batang. Hal ini membuatnya terlihat rimbun dan sangat cocok untuk menjadi tanaman bonsai.
Daun dari pohon ini juga memiliki rambut-rambut halus sehingga terlihat unik. Ukuran daun sancang yang kecil membuat pohon ini bisa dikategorikan sebagai tanaman bonsai. Daun selalu berwarna hijau, tetapi jika asupan gizinya kurang, maka bisa berubah menjadi kuning dan akhirnya layu.
Batang
Batang dari pohon sancang berukuran kecil, lentur, tumbuh keatas dan mudah membentuknya. Jika membiarkan saja, batang akan tumbuh tidak beraturan. Namun, jika kamu membentuk batangnya sejak masih ukuran kecil, maka bisa menghasilkan bonsai sancang yang bagus.
Batang sancang bisa tumbuh hingga ukuran 40 atau 50 cm. Warna batangnya coklat tua agak putih kehijauan. Jika menjadi bonsai dan dengan perawatan baik, warna batang akan cenderung putih kehijauan dan tampak terang.
Bunga
Terdiri dari beberapa bagian yakni daun bunga, kelopak, benang sari dan putih. Warna bunga dari pohon ini adalah kuning cerah dengan lebar antara 2 cm hingga 2.5 cm saja. Bagian kelopak bunga tidak memiliki rambut seperti bagian daunnya. Pada masing-masing bunga, terdapat 10 butir benang sari dan 1 buah putih. Penyerbukan tanaman bisa sendiri maupun dengan bantuan angin atau serangga.
Buah
Menghasilkan buah di antara bulan September hingga Oktober. Buah sancang berbentuk bulat kecil seperti polong. Warnanya hitam berkat dengan panjang 18 hingga 20 mm dan lebarnya 10 hingga 12 mm saja. Isi buah sancang terdiri dari butiran biji berjumlah 2 hingga 5. Pada bagian ujung biji, bentuknya meruncing seperti paruh. Untuk warna biji buah sancang adalah kuning cenderung kehijauan ketika muda dan merah kecoklatan ketika buah matang.
Manfaat Pohon Sancang

Pohon Sancang memiliki berbagai manfaat yang membuatnya dikenal dan digemari oleh banyak orang. Salah satu manfaat utama dari pohon ini adalah kemampuannya sebagai tanaman bonsai. Dengan perawatan yang tepat, pohon Sancang dapat menjadi bonsai yang bernilai tinggi, bahkan mencapai miliaran rupiah.
Bonsai pohon Sancang yang memiliki usia tua dan bentuk yang indah menjadi incaran kolektor bonsai di seluruh dunia. Selain sebagai tanaman hias, pohon Sancang juga memiliki manfaat lain di bidang kedokteran tradisional. Daun, batang, dan akar menjadi bahan obat untuk mengobati berbagai penyakit. Misalnya, ekstrak daun pohon Sancang dapat untuk mengatasi demam, batuk, dan pilek. Sedangkan ekstrak akar dan batang pohon ini dapat membantu mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan luka pada kulit.
Mitos Pohon Sancang

Terdapat sebuah cerita pada setiap ruas kayu kaboa (sancang), berdiam seekor harimau gaib yang tidak terlihat oleh mata biasa, akan tetapi dapat dirasakan oleh kepekaan diri, pangrasa, kepekaan spiritual yang dimiliki setiap orang. Katanya harimau Sancang yang tidak terlihat ini akan selalu menjaga siapapun pemilik kayu Kaboa Sancang yang menyimpannya dan memeliharanya dengan baik.
Sumber:
