Bayam merah merupakan bayam spesies Amaranthus Caudatus. A. caudatus yang mungkin berasal dari Peru dan derah-daerah di pegunungan Andes lainnya. Perawakan tubuhnya tegak, warna batang dan daun beraneka ragam mulai kehijauan, hijau, kemerahan, merah tua, kuning dan variasinya. Ada yang tandan bunganya berbentuk dan berwarna indah, sehinggga jenis tersebut sebagai hiasan. Dalam artikel ini akan membahas langkah demi langkah dalam menanam bayam merah.

Bayam merah (Amaranthus caudutus) memiliki kandungan gizi yang jauh lebih baik daripada dengan jenis bayam pada umumnya. Antara lain bayam merah akan membantu proses diet, bisa juga sebagai obat tradisional penurun demam serta meningkatkan kekebalan tubuh.
Cara Menanam Bayam Merah
Berikut ini kami bagikan langkah langkah dalam menanam bayam merah.
Syarat tanam bayam merah
Ada syarat tumbuh yang harus terpenuhi agar produktivitas dapat meningkat.
- Tumbuh subur di daerah bersuhu sekitar 16 derajat Celcius hingga 20 derajat Celcius
- Keasaman tanah (pH) sekitar 6 hingga 7.
- Tanaman ini sangat menyukai tanah humus yang terhindar dari angin yang cukup kencang.
Persiapan lahan
- Langkah awal membudidayakan tanaman ini adalah gemburkan tanah menggunakan pacul/sekop dan campurkan pupuk organik saat proses penggemburan tanah berlangsung.
- Buat bedengan pada lahan tanam dengan ukuran kurang sekitar 100 – 200 cm dan lebarnya 30 cm, untuk tinggi dan panjangnya menyesuaikan dengan ukuran panjang lahan tanam.
- Berikan jarak sekitar 30 cm untuk drainase lahan tanam. Lakukanlah penyiraman secara rutin dan pemupukan setiap 2 minggu sekali pada tanah agar ternutrisi dengan baik hingga bibit bayam merah siap tanam pada lahan tanamnya.
Benih Bayam Merah

Penyiapan benih lakukan sebelum budidaya bayam merah. Benih bayam merah dapat dengan mudah memperoleh di tempat penjualan bibit dan dinas pertanian, atau pembenihan sendiri yang berasal dari bunga bayam merah yang sudah tua.

Penyemaian
- Siapkan media semai tray semai
- Aduk rata campuran tanah, pupuk organik, dan sekam (rasio 2: 1: 1) dan masukkan ke dalam tray atau polybag,
- Sebar benih di atas tray atau polybag, lalu tambahkan tanah campuran sedikit saja.
- Benih tersemai sirami dengan metode spray (2 kali/hari), dan pastikan tanah tetap lembab.
- Letakkan tray atau polybag berisi benih yang telah disemai di tempat yang teduh.
Penanaman Bibit Bayam Merah
- Penanaman bibit blakukan pada kondisi lahan tanam yang sudah terpupuki dan tersiram dengan baik, sehingga tanah sudah gembur dan sedikit lembab.
- Lalu setelah benih bertunas dan memiliki ukuran 3-6 cm, maka bibit tersebut sudah layak untuk di tanam.
- Gunakan bibit yang sudah bertunas dan kondisi baik.
- Buat lubang tanam untuk menanam bibit tersebut dengan jarak 10-15 cm/lubang.
- Gunakan bibit bayam merah dari tray atau polybag. Ambil bibit dengan hati- hati agar akar tidak rusak.
- Pindahkan bibit ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan, lalu tutup lubang tanam dengan campuran pupuk yang telah siap, serta lapisi tanah dengan mulsa organik (contoh jerami atau mulsa plastik untuk mencegah gulma).
Perawatan Bayam Merah
- Terdiri dari penyiraman dan pemupukan lanjutan.
- Penyiraman lakukan 2x/hari.
- Agar tanaman tumbuh subur, lakukan penyiraman awal dengan menggunakan campuran air dan pupuk cair selama 7 hari setelah masa tanam. Maka selanjutnya dapat menggunakan air biasa hingga masa panen.
- Pemupukan dilakukan 1x/2-3 minggu.
- Gunakan pupuk kompos atau pupuk kandang.
- Selama proses pemupukan, lakukan penyiangan dan penggemburan tanah.
- Proses pemupukan dapat dihentikan seminggu sebelum panen.
Pengendalian Hama dan Penyakit
- Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, lakukan penyemprotan pestisida atau fungisida pada bagian daun tanaman bayam merah ataupun batangnya.
- Hama daun dan kutu daun merupakan hama utama tanaman ini. Sedangkan penyakit busuk daun akibat pathogen cendawan menjadi penyakit utama pada tanaman ini.
- Gunakan insektisida secukupnya saja dan jika terserang hama jamur, maka gunakan fungisida untuk mengatasinya. Semprotkan pada bagian daun tanaman bayam merah ataupun batangnya.
- Setelah sudah cukup usia untuk panen maka hentikan proses pemupukan seminggu sebelumya.
Meskipun penyemprotan pestisida hanya satu atau dua kali selama hidup tanaman, tetapi karena umur panen bayam cabut sangat singkat yaitu sekitar 3-4 minggu . Selain itu pestisida kebanyakan pestisida yang umum yang daya racunnya masih terlalu tinggi, maka penggunaan pestisida sebaiknya hindari.

Apabila sangat terpaksa harus menggunakan pestisida, sebaiknya memilih pestisida yang selektif dan tidak persisten. Sebaiknyalakukan dengan cara lain selain pestisida, yaitu memilih tempat dan waktu tanam, sanitasi lahan dan pupuk organik , dan penganekaragaman sayuran lain sehingga apabila pertanaman bayam gagal, kerugian dapat terkompensasi pertanaman lainnya tanpa harus menyemprot dengan pestisida.
Pemanenan
Panen tergolong lebih cepatdaripada bayam biasa yang membutuhkan waktu panen sekitar 30 hari. Saat panen, bayam merah sudah memiliki tinggi sekitar 20 cm. Namun, untuk dapat berbunga dan menghasilkan biji, bayam merah harus membiarkan sampai usia 45 sampai 50 hari.
Bayam merah siap panen, memiliki ciri daun yang banyak dan memiliki ukuran besar yang cenderung sama. Selain itu, tinggi tanaman sekitar 20-30 cm. Panen bayam merah biasanya dengan memetik daun atau batang muda, maupun mencabut akarnya.
Penutup
Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menikmati panen bayam merah yang lezat dan sehat di kebun Anda sendiri. Selamat menanam!
