Buah Sukun: Asal Usul, Klasifikasi, Morfologi, dan Cara Menanam

Yuk Bagikan ..

Buah sukun (Artocarpus altilis) merupakan salah satu jenis buah yang telah menjadi makanan pokok tradisional di beberapa negara di kawasan Pasifik, seperti Fiji, Tahiti, Kepulauan Samoa, dan Hawai, serta telah jadi budidaya oleh masyarakat Indonesia. Buah sukun tidak memiliki biji dan memiliki bagian empuk, yang mirip roti setelah memasaknya. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai “buah roti”. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang asal usul, klasifikasi, morfologi, dan cara menanam buah sukun. Berikut pembahasannya.

tanaman sukun

Asal Usul dan Penyebaran

Asal usul sukun perkiraan dari kepulauan Nusantara sampai Papua. Mengikuti migrasi suku-suku Austronesia sekitar 2000 tahun sebelum Masehi, tanaman ini kemudian turut menyebar ke pulau-pulau di Pasifik. Pada masa perdagangan rempah di akhir zaman Majapahit, sukun menyebar ke Jawa dari Maluku. Karena pengaruh kolonisasi bangsa-bangsa Eropa, sukun ini lalu menyebar ke barat antara tahun-tahun 1750-1800 ke Malaysia, India, Srilangka, Mauritius, dan pada 1899 tiba di Afrika. Kini sukun telah menyebar luas di berbagai belahan dunia terutama di lingkar tropis.

Klasifikasi

tanaman-buah-sukun
  • Kingdom: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Magnoliopsida
  • Order: Rosales
  • Famili: Moraceae
  • Genus: Artocarpus
  • Spesies: A. altilis

Morfologi Buah Sukun

Buah sukun memiliki ciri atau morfologi sebagai berikut yaitu.

Akar

Akar tanaman sukun biasanya ada yang tumbuh mendatar atau menjalar dekat permukaan tanah dan dapat menumbuhkan tunas alami.

Daun

Tanaman sukun memiliki daun tunggal yang bentuknya oval-lonjong. Daun sukun memiliki panjang dan lebar yang bervariasi. Selain itu, daun sukun juga memiliki tangkai daun, bentuk pangkal daun, bentuk ujung daun, susunan tulang daun, warna daun, dan kilap permukaan daun yang beragam.

Bunga

Tumbuh di ketiak daun pada ujung cabang dan ranting. Bunga sukun berkelamin tunggal, artinya bunga betina dan bunga jantan terpisah tetapi berumah satu. Bunga jantan berbentuk silindris, panjang antara 10-20 cm, berwarna kuning, sedangkan bunga betina berbentuk bulat dengan garis tengah 2-5 cm, berwarna hijau

Buah

Berbentuk bulat sampai lonjong dengan ukuran panjang bisa lebih dari 30 cm, lebar 9-20 cm, dan berat dapat mencapai 4 kg dengan daging buah berwarna putih, putih-kekuningan, atau kuning.

Cara Menanam Buah Sukun

buah sukun

Berikut adalah tatacara untuk menanam buah sukun.

Persiapan bibit

Bibit merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam budidaya sukun. Pemilihan bibit yang tidak sesuai, mengakibatkan pertumbuhan sukun terhambat. Belilah bibit sukun di tempat yang terpercaya dan terdapat label sertifikasinya, sehingga kita mengetahui kualitas dan asal usul dari bibit sukun yang kita tanam.

Pembuatan lubang

Tahapan budidaya sukun berikutnya yaitu membuat lubang tanam. Adapun tata cara membuat lubang tanam untuk menanam sukun, seperti berikut:

  • Gemburkan lahan seluas 1 x 1 m menggunakan cangkul.
  • Buatlah lubang sedalam 20 sampai 30 cm.
  • Masukan pupuk kandang sebanyak 20 kg kedalam lubang.
  • Aduk secara merata dengan tanah. Biarkan selama 3 sampai 7 hari

Penanaman

Setelah bibit dan lubang tanam siapkan, langkah budidaya sukun selanjutnya yaitu melakukan penanaman: Berikut penjelasannya.

  • Robek plastik polybag pada bibit.
  • Masukkan bibit kedalam lubang tanam.
  • Tutup lubang tanam dengan tanah, setinggi pangkal batang.
  • Berikan jarak tanam 3 hingga 5 meter.

Pemeliharaan

Pemeliharaan yang perlu dilakukan pada budidaya sukun meliputi; pemupukan, penyiangan, penyiraman, pemangkasan, dan pengendalian hama serta penyakit.

Pemanenan

Tanaman sukun sudah mulai berbuah pada umur 3 sampai 4 tahun. Buah sukun yang siap dipanen, memiliki ciri-ciri kulit buah berwarna kuning dan tonjolan pada kulit sudah tidak ada. Buah sukun tidak dapat disimpan lama, sehingga setelah panen, harus langsung diolah.

Scroll to Top