Cara Budidaya Jambu Mete

Yuk Bagikan ..

Jambu mete atau kacang mete, adalah tanaman buah-buahan tropis yang memiliki rasa manis dan kaya nutrisi. Budidaya jambu mete dapat menjadi kegiatan yang menarik dan bermanfaat, baik untuk konsumsi pribadi maupun sebagai peluang usaha. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah penting dalam budidaya jambu mete, dari persiapan awal hingga perawatan tanaman dan panen.

budidaya jambu mete

Jambu mete merupakan salah satu jenis buah yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh Portugis ke kawasan Goa ( Bagian Selatan India sekarang) sekitar 400-an tahun yang lalu kemudian disebar ke negara-negara yang beriklim tropis dan subtropis. Selain jambu mete, buah ini juga populer dengan sebutan jambu monyet, merujuk pada buah semu yang mirip buah jambu air.

Sedangkan kacang atau biji, adalah buah sejati yang terletak di bawah buah semua dengan bentuk melengkung seperti ginjal. Jambu mete memiliki puluhan jenis varietas yang berbeda-beda, ada yang mempunyai buah semua berkulit putih, merah, kuning, merah muda, hijau kekuningan dan juga hijau. Budidaya jambu mete kini mulai banyak dilakukan, apalagi tanaman ini memiliki segudang manfaat mulai dari batangnya, daun, buah sampai akarnya.

Selain itu, biji dari jambu mete ini bisa proses masak cara goreng  lalu konsumsi.  Rasanya yang sangat enak sehingga harga di pasaran pun cukup mahal. Menanam tanaman jambu mete harus  di daerah yang terkena banyak sinar matahari, karena jika tidak maka jambu mete bisa gagal tumbuh.

Syarat tumbuh jambu mete

  1. Jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1.200 m dpl. Batas optimum ketinggian tempat sampai 700 m dpl, kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis.
  2. Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimum antara 15-25 derajat celcius dan maksimum antara 25-35 derajat celcius.
    Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 derajat celcius.
  3. Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembapan nisbi antara 70-80%. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembapan 60-70%.
  4. Daerah yang paling sesuai untuk budidaya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).
  5. Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir, tanah lempung berpasir dan tanah ringan berpasir dengan pH antara 6,3-7,3, tetapi masih sesuai pada pH antara 5,5-6,3.

Tahap budidaya jambu mete

Proses pembibitan jambu mete

Langkah pertama  dalam budidaya jambu mete adalah melakukan proses pembibitan yang mulai dari biji jambu mete tersebut. Atau bisa juga dengan cara lainnya misalnya pencangkokan, okulasi atau penyambungan . Biji tanam ini harus berasal dari pohon indukan langsung.
Cara menangani biji mete sebagai benih yaitu sebagai berikut :

  1. Buah mete calon bibit sebaiknya tanam pada pertengahan masa panen.
  2. Buah mete tersebut tidak boleh cacat dan harus dalam keadaan matang.
  3. Biji mete keluarkan dari dalam buah kemudian cuci sampai bersih.
  4. Jemur biji mete tersebut menggunakan kadar air sekitar 8-10%.
  5. Bila biji jambu mete kemas dalam plastik maka aliran udara di penyimpanannya harus lancar.
  6. Lama penyimpanan bibit jambu mete tersebut kurang lebih 6-8 bulan lamanya.
  7. Sebelum mulai tanam, benih dari biji mete harus semai terlebih dahulu.

BACA JUGA : Tanaman Jambu Monyet / Kacang Mete : Asal Usul, Klasifikasi, Ciri-ciri dan Syarat Tumbuh

Proses pengolahan media tanam Jambu Mete

a. Persiapan

Sebelum mulai menanam, siapkan lahan dengan pembersihan. pH  harus di angka 4-6, karena jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering atau lembab atau tanah yang kurang subur sekalipun. Sehingga daerah dengan tanah liat pun jambu mete ini masih bisa hidup dan berproduksi dengan baik. Saat yang tepat untuk menanam jambu mete adalah saat awal musim hujan, agar pengolahan tanahnya sudah bisa mulai saat musim kemarau.

b. Pembukaan lahan

Jenis lahan harus merupakan lahan yang terbuka dan terkena sinar matahari. Sebaiknya bajak dan cangkul tanah sebelum musim hujan tiba.

c. Pemupukan

Sebelum mulai penanaman akan lebih baik berikan pupuk kandang terlebih dahulu. Kemudian saat tanaman tersebut masih kecil ulangi pemberian pupuk kandang setiap 2x dalam 1 tahun. Gali lubang di sekitar batang dan sedikit di luar lingkaran daun lalu masukkan pupuk ke dalam galian lubang tersebut. Kemudian pemupukan  dengan menggali lubang kembali di luar lubang yang sudah tergali tadi.

Teknik penanaman Jambu Mete

a. Menentukan pola dan jarak tanam

  1. Pada budidaya jambu mete monokultur sebaiknya jarak tanamnya sekitar 12×12 m.
  2.  Kemudian kerapatan tanaman mulai beri jarak lagi pada saat tanaman berumur 6-10 tahun.
  3.  Untuk bibit jambu mete  cara cangkok lebih baikmemiliki jarak tanam sekitar 5×5 m.

b. Pembuatan lubang tanam
Cara membuat lubang tanam pada budidaya jambu mete yaitu :

  1. Gali tanah menggunakan ukuran 30x30x30 cm, tapi jika jenis tanahnya liat sebaiknya gunakan ukuran 50x50x50 cm. Jika di dalam lubang tanah terdapat lapisan cadas maka tanahnya harus ditembus agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air.
  2. Pada saat anda menggali lubang pastikan lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke utara serta selatan sedangkan untuk lapisan bawah dipisahkan ke timur dan barat.
  3. Lubang tanah yang sudah dipersiapkan tersebut dibiarkan terbuka selama 4 minggu. Saat lubang ditutup, tanah yang berada di lapisan tanah dikembalikan ke tempat semula dan disusul dengan lapisan atas yang sudah dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 1 pikul.
  4. Di dalam lubang tanam yang sudah ditimbun tadi dibuat ajir agar lubang tanaman mudah ditemukan kembali.
Biji kacang mete muda
kacang mete muda

Panen

Butuh 3 tahun sejak panen supaya tanaman jambu mete mulai menghasilkan buah. Pemanenan jambu mete dapat dilakukan sekitar dua bulan setelah buah mengeras ketika apel berwarna merah jambu atau merah dan kacang menjadi abu-abu. Alternatifnya, Anda bisa menunggu sampai buah jatuh ke tanah saat Anda tahu sudah matang. Setelah panen, pelintir kacang dari apel dengan tangan.

buah tanaman jambu mete

Itulah tadi panduan tentang cara budidaya tanaman jambu mete.

Catatan budidaya jambu mete:

Pohon jambu mete bisa beracun karena terkait dengan poison ivy dan poison sumac dan dapat memicu reaksi alergi pada beberapa orang. Bagian tertentu dari jambu mete harus ditangani dengan hati-hati oleh mereka yang rentan.

Scroll to Top