Fungsi Alat Ukur Budidaya Hidroponik : TDS Meter, EC Meter, dan pH Meter

Yuk Bagikan ..

Dalam sistem hidroponik, pemantauan dan pengukuran parameter lingkungan sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman. Tiga alat ukur yang krusial untuk keberhasilan hidroponik adalah TDS Meter (Total Dissolved Solids), EC Meter (Electrical Conductivity), dan pH Meter. Artikel ini akan menjelaskan fungsi masing-masing alat ukur tersebut dalam konteks sistem hidroponik.

alat ukur ph dan tds

TDS meter, pH meter, serta EC meter merupakan alat ukur yang digunakan dalam pertanian hidroponik terutama untuk memeriksa kualitas air atau cairan. Kecuali untuk pH meter, mungkin bisa terjadi kekeliruan karena selain untuk air, ada pula penguukuran pH untuk tanah. Masing-masing kegunaan alat tersebut memiliki peran penting untuk kesuksesan tanam hidroponik.
>Bagi yang baru  pertama sekali membaca informasi tentang pertanian hidroponik,  hanya awal saja merasa bingung dengan alat ukur hidroponik ini. Meski rasanya cukup banyak, namuan sangat penting untuk mengenal serta mempelajari kegunaan dari TDS meter, PH meter dan EC meter. Alat tersebut berfungsi guna mengukur kepekatan pada larutan, pH larutan nutrisi, serta konduktivitas penanaman hidroponik. Untuk mengenal lebih dalam, simak penjelasan berikut,

1. Alat TDS Meter Air

TDS merupakan singkatan dari Total Disolved Solids , memiliki arti dalam bahasa Indonesia yaitu Total Padatan Terlarut. TDS Meter digunakan untuk mengukur total konsentrasi partikel terlarut dalam larutan nutrisi hidroponik. Fungsi TDS Meter dalam sistem hidroponik meliputi:

  1. Kuantifikasi Nutrisi: TDS Meter membantu mengukur jumlah nutrisi yang ada dalam larutan nutrisi, memungkinkan pengendalian akurat untuk pemupukan tanaman hidroponik.
  2. Pencegahan Over-Fertilization: Dengan mengukur TDS, petani hidroponik dapat menghindari memberikan nutrisi berlebihan yang dapat merusak kesehatan tanaman dan menghambat pertumbuhannya.
  3. Monitoring Kualitas Air: TDS Meter juga memantau kualitas air nutrisi, memastikan bahwa nutrisi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

BACA JUGA : Budidaya Tanam Pak Coy Dengan Hidroponik Metode NFT

Apabila tidak mengukur larutan, memungkinkan tanaman kekurangan atau kelebihan nutrisi, sehingga merusak pertumbuhan tanaman. TDS meter menggunakan satuan ppm atau part per million.
Kebutuhan nutrisi setiap tanaman berbeda-beda, hal tersebut dapat dilihat dari nilai ppm itu sendiri. Misalnya seperti tanaman anggrek yang membutuhkan nutrisi rendah dengan nilai sekitar 300-400 ppm. Adapun untuk sayuran buah (tomat dan cabai) bernilai sekitar 1.500-2000 ppm, Dan untuk jenis tanaman sayuran daun sekitar 900-1200 ppm.

2. Alat Ukur EC Meter

Peralatan EC atau Electrical Conductivity  adalah alat untuk mengukur kepekatan pada larutan nutrisi tanam hidroponik. EC Meter mengukur konduktivitas listrik dalam larutan, mengindikasikan jumlah ion terlarut, termasuk nutrisi, dalam larutan hidroponik. Fungsi EC Meter dalam sistem hidroponik mencakup:

  1. Kontrol Nutrisi: EC Meter membantu mengukur konsentrasi nutrisi dalam larutan nutrisi hidroponik, memungkinkan penyesuaian untuk mendukung pertumbuhan yang sehat.
  2. Deteksi Keseimbangan Nutrisi: Melalui pengukuran EC, petani hidroponik dapat mendeteksi ketidakseimbangan nutrisi yang dapat memengaruhi perkembangan tanaman.
  3. Optimasi Pemupukan: Berdasarkan hasil pengukuran EC, nutrisi dapat disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan spesifik tanaman hidroponik.

Alat EC meter menggunakan satuan yaitu mmho/cm atau mS/cm. Namun ada beberapa yang mengatakan satuan EC menggunakan kata EC saja, contohnya 1 EC, 2 EC, dan seterusnya. Semakin tinggi nilai EC maka semakin pekat total larutan nutrisi atau daya hantar listrik tinggi, begitupun sebaliknya.
EC meter dan TDS meter mempunyai fungsi sama yaitu mengukur kepekatan pada larutan nutrisi hidroponik, namun ada perbedaam :

  • TDS meter berfungsi untuk mengukur jumlah partikel atau konsentrasi terlarut,
  • EC meter berfungsi guna mengukur nilai konduktivitas.

EC meter adalah alat alternatif dari penggunaan TDS meter. Namun Anda cukup memilih salah satu dari keduanya.

3. Alat ukur pH Meter air

pH Meter digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan larutan nutrisi dalam sistem hidroponik. Fungsi pH Meter dalam sistem hidroponik meliputi:

  1. Pengukuran pH Nutrisi: pH Meter membantu petani hidroponik mengetahui pH larutan nutrisi, yang memengaruhi ketersediaan nutrisi bagi tanaman.
  2. Penyesuaian pH: Jika pH tidak sesuai, petani dapat mengatur pH larutan nutrisi agar sesuai dengan preferensi tanaman hidroponik.
  3. Pemantauan Stabilitas: pH Meter memantau fluktuasi pH dalam larutan nutrisi, memastikan bahwa tanaman mendapatkan lingkungan yang optimal.

Semua alat ukur pH, memiliki nilai pH berada diantara angka 1 sampai 14. Nilai 7 menunjukkan keadaan pH netral. Adapun nilai yang berada
di bawah 7 menunjukkan keadaan pH asam, sedangkan nilai di atas angka 7 menunjukkan keadaan pH basa.

ph meter hidroponik

Peralatan pengukuran pH cukup beragam, mulai dari air, tanah, hingga daging. Pastikan penggunaaan pH meter yang sesuai, jagan menggunakan pH meter tanah untuk mengukur air atau sebaliknya.
Dalam artikel ini, ph meter adalah untuk air atau cairan. Penggunaan peralatan pH meter  setelah atau sebelum menambah nutrisi hidroponik.
Penggunaan alat pH meter sangat penting untuk bercocok tanam baik secara konvensional maupun hidroponik. Setiap akar tanaman dapat menyerap unsur mineral dalam air dengan pH tertentu, biasanya di antara angka 5,5-7,0.

BACA JUGA :  Cek Kualitas Buah Alpukat dengan F-750

Angka PH juga menentukan apakah unsur mineral dapat larut dan dapat terserap akar tanaman, atau tidak. Karena hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Apabila larutan pH terlalu basa/ tinggi atau terlalu asam/ rendah, menyebabkan tanaman tidak normal (tumbuh kerdil)

4. Peralatan / alat ukur multi fungsi

Saat ini peralatan untuk mengukur ketiga parameter tersebut sudah cukup sederhana. Cukup membeli 1 alat, dan mampu mengukur ketiga parameter tersebut. Bahkan ada pula yang menambahkan parameter suhu, dan salinity (kadar garam)  karena peralatan tersebut bisa  untuk budidaya hidroponik dan pengukuran kondisi air di akuarium atau kolam ikan.

Cek di SINI
alat ukur hidroponik

Spesifikasi alat ukuran 4 in 1  :

  • Dimensi:18.8 × 3.5 × 3.5 cm
  • Baterai : 3 x 1.5V (AG-13)
  • Temperature Compensation: 0 – 50C
  • Operating Temperature: 0 – 50C
  • Range: pH 0.00-14.00pH
  • Range EC 0-19990us/cm ; 0-19.9ms/cm
  • Range TDS : 0-19990ppm ; 0-19.9ppt
  • Range pengukuranTemp : 0C-50C (32°F-122°F)
  • Resolusi ketelitian pH : 0.01PH
  • Resolusi ketelitian  EC : 1us/cm(<1999us/cm) ; 10us/cm(>1999us/cm) ; 0.1ms/cm
  • Resolusi ketelitian TDS : 1ppm(<1999ppm) ; 10ppm(>1999ppm) ; 0.1ppt
  • Resolusi ketelitian  Temp : 0.1°C (0.2°F)
  • Akurasi pH  : ±0.03pH
  • Akurasi EC dan TDS ±2%F.S
  • Akurasi Temp ±1.0°C

Cek barang di SINI

Penutup

Dalam sistem hidroponik, TDS Meter, EC Meter, dan pH Meter memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan nutrisi dan lingkungan pertumbuhan tanaman. Dengan penggunaan alat ukur ini, petani hidroponik dapat memantau dan mengoptimalkan nutrisi serta kondisi lingkungan, memastikan pertumbuhan yang sehat dan hasil panen yang berkualitas tinggi.

Scroll to Top