Tanaman kencur (Kaempferia galanga) adalah tanaman budidaya herbal yang memiliki nilai penting dalam bidang kesehatan dan kuliner. Selain sebagai bumbu masakan yang aromatik, kencur juga memiliki sejumlah khasiat kesehatan yang luar biasa. Artikel ini akan membahas panduan singkat untuk budidaya tanaman ini di dalam pot atau taman Anda.

Budidaya Tanaman Kencur
1. Syarat tumbuh tanaman kencur
Untuk dapat tumbuh maksimal, berikut beberapa hal yang perlu jadi perhatian:
- Ketinggian tempat 50 – 600 mdpl.
- Temperatur rata-rata tahunan 25 – 30 derajat C.
- Jumlah bulan basah 5 – 9 bulan pertahun dan bulan kering 5 – 6 bulan.
- Curah hujan per tahun 25– – 4000 mm.
- Intensitas cahaya matahari penuh (100 %) atau ternaungi sampai 25 – 30 persen hingga tanaman berumur 6 bulan.
- Tekstur tanah sampai lempung liat berpasir.
- Kemiringan lahan < 30 persen dengan jenis tanah latosol, regosol, asosiasi antara latosol – andosol.
- Bila kemasan tanah pH 4,5 – 5,0 bisa ditambahkan kapur pertanian (kaptain/dolomit) sampai pH 5,5 – 6,5.
- Lahan harus bebas dari penyakit, terutama bakteri layu.
2. Pemilihan Varietas
Kencur merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae (temu-temuan) yang berdasarkan daun dan rimpang yang memiliki dua tipe. Pertama, kencur berdaun lebar dengan ukuran rimpang besar. Kedua, kencur berdaun sempit dengan ukuran rimpang lebih kecil.
Varietas unggul kencur yang sudah rilis , yaitu Galesia-1,2 dan 3, dengan sifat dan keunggulan sebagai berikut.
>Galesia 1
- Produksi : 7,1 – 14,7 ton/hektar
- Kadar sari larut air : 23,7 – 23,8%
- Kadar sari larut alkohol : 2,6-5,2%
- Kadar minyak atsiri : 2,1-3,9%
- Kadar pati : 47-63,4%
- Rekomendasi konsumsi utama: Industri minuman kesehatan
Galesia 2
- Produksi : 7,5 – 15,1 ton/hektar
- Kadar sari larut air : 20,9-22,4%
- Kadar sari larut alkohol : 4,6-6,1%
- Kadar minyak atsiri : 2,1-6,6%
- Kadar pati : 45-66,4%
- Rekomendasi konsumsi utama: Konsumsi rumah tangga/bumbu, industri obat dan kosmetik
Galesia 3
- Produksi : 4,7 – 16,2 ton/hektar
- Kadar sari larut air : 22,3-22,5%
- Kadar sari larut alkohol : 3,6-5,2%
- Kadar minyak atsiri : 2,4-5,6%
- Kadar pati : 45,2-54,3%
- Rekomendasi konsumsi utama: Konsumsi rumah tangga/bumbu, industri obat dan kosmetik

3. Persiapan bibit kencur
Perbanyakan kencur dengan menggunakan rimpang. Tingginya kontaminasi bakteri layu (penyaldt tular benih) di dalam rimpang untuk benih, maka seleksi benih perlu dari pertanaman yang sehat, bebas dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), terutama layu bakteri (Ralstonia solanacearum). Bibit tanaman kencur dengan syarat rimpang sebagai berikut:
- Berasal dari pertanaman sehat di lahan yang bebas patogen
- Umur panen rimpang 10 bulan
- Kulit rimpang mengkilat (bernas), tekstur daging agak keras
- Bebas hama dan penyakit dan tidak cacat
- Berbunyi bila membelahnya dengan tangan.
- Kulit mengkilat.
- Mempunyai 2 – 3 bakal mata tunas.
- Bobot kurang lebih 5 – 10 gram.
4. Tahap persemaian benih kencur
Rimpang hasil panen, mengalami masa dorman antara 2-3 bulan. Apabila rimpang benih sudah tersimpan sekitar 3 bulan dan nampak rimpang sudah mulai bertunas, maka benih bisa langsung tanam. Tetapi jika menggunakan rimpang yang baru panen, pemecahan dormansi dengan cara menjemur rimpang selama + 3 hari dari pukul 7.00 – 11.00.
Tahapan-tahapan pesemaian sebagai berikut:
- Pemilihan lokasi pesemaian, di tempat yang teduh
- Gunakan rak bambu untuk pesemaian
- Penjemuran rimpang
- Pendederan benih, dialas dan ditutup jerami (3-5 lapis)
- Pemeliharaan pesemaian, siram setiap hari
- Seleksi benih
BACA JUGA : Budidaya Tanaman Temulawak: Panduan Lengkap
5. Seleksi Benih
Untuk memperoleh bibit yang benar-benar berkualitas baik, maka seleksi di pembibitan yang merupakan seleksi akhir, hal ini sangat penting. Dengan melakukan seleksi akhir ini diharapkan dapat diperoleh bibit yang benar-benar baik dan seragam. Pekerjaan seleksi meliputi kegiatan untuk memisahkan rimpang yang tidak bertunas, terserang hama/penyakit.
Kriteria benih yang baik:
- Bobot 5-10 gram
- Mempunyai 2 – 3 bakal mata tunas yang baik
- Tinggi tunas < 1 cm
6. Persiapan lahan
Siapkan lahan dengan mengolahnya memakai garpu atau cangkul sedalam 40 cm. Bersihkan tanah dari sisa ranting dan rerumputan.
7. Penanaman dan Jarak tanam
Sebelum menanam, tunaskan bibit terlebih dahulu. Penanaman sebaiknya saat musim hujan. Rimpang siap tanam adalah yang baru keluar tunasnya (< 1 cm), sehingga bisa adaptasi dan tidak mudah rusak.
Bila menanam sebelum musim hujan, rimpang bisa langsung tanam tanpa perlu untuk melakukan tumbuh tunas terlebih dahulu. Kencur agak berbeda dengan jahe. Bisa menanam kencur pada saat sebelum hujan turun asal rimpangnya belum bertunas. Rimpang kencur akan beradaptasi dengan lingkungan, lalu saat hujan turun, tunasnya akan serentak bermunculan.
Menanam bibit kencur dengan kedalaman tanam: 5-7 cm, tunas menghadap ke atas
Jarak tanam untuk budi daya kencur yang baik adalah 15 cm x 15 cm atau 20 cm x 15 cm.
Sedangkan dalam pola tanaman campuran, jarak tanam y adalah 20 cm x 20 cm tergantung jenis tanah dan tanaman campurannya.
8. Pemupukan
Faktor penting dalam pengelolaan tanaman semusim adalah input teknologi yang relatif tinggi, terutama pupuk. Pemupukan memegang peranan penting untuk meningkatkan hasil rimpang, yaitu pupuk organik untuk memperbaiki tekstur dan aerasi tanah, dan pupuk anorganik, terutama N, P dan K.
Berikan pupuk kandang saat tanam di dalam lubang dengan dosis 20 – 30 ton/ha. Pada lahan yang miskin hara dan teksturnya padat berikan pupuk kandang 30 ton/ha. Sedangkan di lahan yang cukup subur 20 ton/ha.
Pemberian pupuk kandang yang belum matang dengan menyebar di lubang tanam paling tidak 2 minggu sebelum tanam. Sedangkan, pupuk buatan berikan secara tugal atau larikan dengan jarak 5 cm dari tanaman, dosis urea 200 – 250 kg/ha, SP 36 250 – 300 kg/ha. KCL 250 – 300 kg/ha bergantung pada kesuburan tanah.
9. Perawatan
Penyiangan
Penyiangan segera segera setelah rumput liar tumbuh. Untuk mencegah kerusakan akar, rumput liar siangi dengan bantuan kored/cangkul dengan hati-hati.
Pengairan
Lakukan secara rutin pada pagi/sore hari ketika tanaman masih berada pada masa pertumbuhan awal. Pengairan selanjutnya tergantung kondisi tanah dan iklim. Biasanya penyiraman akan lebih banyak pada musim kemarau. Untuk menjaga pertumbuhan tetap baik, tanah tidak boleh berada dalam keadaan kering.
Pembumbunan
Kegiatan pembumbunan perlu pada pertanaman rimpang-rimpangan untuk memberikan media tumbuh rimpang yang cukup baik. Pembumbunan dilakukan dengan menimbun kembali area perakaran dengan tanah yang jatuh terbawa air. Pembumbunan dilakukan secara rutin setelah dilakukan penyiangan.
10. Hama dan Penyakit Tanaman Kencur
Hama tanaman
1. Kutu Perisai
Kutu perisai (Aspidiella hartii) dapat menyerang rimpang baik di pertanaman maupun di penyimpanan dengan gejala bintik-bintik putih pada permukaan rimpang yang menurunkan kualitas rimpang.

Hama ini akan menghisap cairan tanaman dan rimpang terisap dan kering
Teknik pengendalian
- Fumigasi benih dengan metil bromida atau aluminium fosfida.
- Perlakuan benih dengan air panas 50 °C selama 10 menit, insektisida karbosulfan(2ml/l), dan atau dengan insektisida botani (seperti ekstrak mimba 2 ,5% dan ekstrak bungkil jarak (2,5%)
2. Lalat rimpang (Mimegralla coeruleifrons, Eumerus figurans)
Lalat rimpang ada 2 jenis yaitu Mimegralla coeruleifrons dan Eumerus figurans . Keduanya sama seperti kutu perisai, dapat menyerang rimpang baik di pertanaman maupun di penyimpanan
Gejala:Rimpang keriput dan busuk
Teknik pengendalian
- Perlakuan benih dengan air panas 50 °C selama 10 menit, 40 0 C selama 20 menit;atau dengan insektisida botani seperti ekstrak mimba (2,5%) dan ekstrak bungkil jarak (2.5%).
- Penyemprotan dengan diklorfos, interval 3 minggu.
Penyakit pada tanaman kencur
1. Penyakit layu
Organisme pengganggu tanaman (OPT) utama yang menyerang pertanaman kencur, dan menyebabkan kerugian besar adalah penyakit layu akibat bakteri Ralstonia solanaceraum. Gejala serangan penyakit layu pada tanaman kencur di lapangan adalah daun menguning, kemudian menggulung.

Sedangkan pada rimpang memiliki gejala keriput dan bau busuk yang menyengat.

Teknik pengendalian :
- Bibit ambil dari tanaman induk sehat
- Antagonis (Pseudomonas fluorescens,P.cepacia dan Bacillus sp.) kombinasikan dengan kompos (misal. BIOTRIBA)*
- Pestisida nabati (tepung gambir dan temulawak)
- Formula antibiotik
2. Penyakit bercak daun
Penyakit bercak daun, akibat Phyllosticta sp.

Gejala:
Daun kering, fotosintesis tidak optimal, tanaman kerdil
Teknik pengendalian:
- Ambil bibit dari tanaman induk sehat
- Minyak cengkeh (10%)
- Aplikasi Mankozeb
11. Pemanenan Tanaman kencur
Kencur mulai panen sesudah umur sekitar 7-9 bulan atau sesuai dengan kondisi tanaman dan kebutuhannya. Tanaman kencur selain panen rimpangnya, karena anakan muda juga bisa untuk lalapan yang sangat lezat harum dan nikmat.
Cara memanen kencur juga tidak susah yaitu dengan cara mencabut tanaman kencur menggunakan pisau untuk mencungkil tunas muda yang panen lebih awal untuk lalapan, kemudian hasil bersihkan hasil panen dari dari tanah/media tanam dan kotoran lainnya sehingga hasil rimpang kencur bersih dan siap untuk pengolahan atau penggunakan sesuai dengan kebutuhannya.
