Ikan lele dumbo merupakan persilangan dari lele Taiwan dan lele Afrika yang pertama kali di Indonesia pada tahun 1985. Pada saat itu, pemerintah sangat mengandalkan komoditas lele dumbo untuk memperbaiki tingkat budidaya ikan lele di Indonesia agar lebih menguntungkan.
Merupakan jenis yang cukup populer, bahkan membuat lele lokal kalah saing.Daripada lele lokal, ikan lele dumbo memiliki kelebih lebih cepat besar. Lele dumbo hanya membutuhkan 2-3 bulan saja untuk menyamai ukuran lele lokal yang membutuhkan waktu pembesaran selama 1 tahun.

Jenis dumbo memiliki warna hitam agak kehijauan, tetapi jika stres akan muncul bercak hitam atau putih di tubuhnya. Saat stresnya hilang, warna kulitnya akan kembali ke semula. Tidak seperti jenis lokal, patil jenis dumbo tidak mengandung racun sehingga tidak membahayakan manusia.
Ikan yang juga kebal akan penyakit ini akan sangat aman jika budidayakan di kolam tanah. Tidak seperti lele lainnya, jika budidaya di kolam tanah, lele dumbo tidak akan membuat lubang di tanah dasar kolam.
BACA JUGA : Mengenal Ikan Lele : Habitat, Jenis, dan Penyakit Yang Bisa Menyerang
Lele dumbo berukuran lebih besar dan patilnya tidak tajam sehingga populer di kalangan konsumen. Kelemahannya adalah dagingnya lunak dan mudah hancur bila proses masak goreng. Penamaan “dumbo” karena ukurannya yang lebih besar daripada rata-rata lele lokal Asia Tenggara. Itu pula yang membuat ada masyarakat yang menyebutnya lele jumbo.
Penyebaran lele dumbo
Secara alami ada di berbagai tempat di Afrika dan timur Tengah. Jenis hewan air ini menyukai air tawar yang tenang serta kubangan buatan manusia, bahkan mampu bertahan hidup dalam saluran air buangan. Ikan ini sekarang popular di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) sebagai sumber pangan. Persilangannya dengan lele lokal Asia Tenggara untuk memperbaiki kualitas daging dan telah budidaya dengan nama sama.
