Panen padi merupakan tahapan penting dalam budidaya padi yang bertujuan untuk mendapatkan hasil panen berupa gabah pada tingkat kematangan optimal, sekaligus mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Dalam melakukan pemanenan, penting untuk memperhatikan kriteria panen yang meliputi umur panen yang menguntungkan dan waktu panen yang optimal.
Masa Panen Padi
Pada proses pemasakan bulir padi, terdapat empat stadia masak yang perlu diperhatikan. Pertama adalah stadia masak susu, yang ditandai dengan malai yang terkulai, ruas batang bawah yang kuning, dan saat dipijit, gabah mengeluarkan cairan seperti susu. Stadia masak susu terjadi sekitar 10 hari setelah fase berbunga merata.Kemudian, terdapat stadia masak kuning, di mana seluruh tanaman tampak kuning dan hanya bulu-bulu sebelah atas yang masih hijau. Isi gabah pada stadia ini sudah keras, tetapi mudah pecah dengan kuku. Stadia masak kuning terjadi sekitar 7 hari setelah stadia masak susu.
Selanjutnya, terdapat stadia masak penuh, yang ditandai dengan buku-buku sebelah atas yang berwarna kuning dan batang yang mulai kering. Isi gabah pada stadia ini tidak dapat atau sulit dipecahkan. Pada beberapa varietas yang mudah rontok, kerontokan belum terjadi pada stadia ini. Stadia masak penuh terjadi sekitar 7 hari setelah stadia masak kuning.Terakhir, terdapat stadia masak mati, yang ditandai dengan isi gabah yang keras dan kering. Pada varietas yang mudah rontok, kerontokan mulai terjadi pada stadia ini. Stadia masak mati terjadi sekitar 6 hari setelah masak penuh. Untuk pemanenan gabah konsumsi, disarankan dilakukan pada stadia masak kuning, sementara untuk pemanenan benih, dilakukan pada stadia masak penuh.
Tanda-tanda bahwa padi siap untuk dipanen adalah: 90% malai padi telah menguning dan daun bendera telah mengering, umur optimal malai berkisar antara 30-35 hari setelah berbunga, kadar air padi sekitar 21-26%, dan tingkat kerontokan gabah sekitar 16-30%. Tingkat kerontokan dapat diukur dengan meremas malai dengan tangan.Dengan memperhatikan tahap-tahap pemasakan padi, penentuan saat panen yang tepat, dan pengukuran kriteria panen, petani dapat memastikan kualitas dan hasil panen yang optimal.
Penanganan Pasca Panen
Setelah pemanenan, padi membutuhkan penanganan yang tepat untuk memastikan kualitas dan daya simpan yang baik. Tahapan penanganan pasca panen meliputi perontokan, pengangkutan, pengeringan, penggilingan, dan penyimpanan.

Salah satu tahapan penting adalah pengeringan gabah. Tujuannya adalah untuk mengurangi kadar air gabah menjadi kurang dari 14%. Pengeringan dapat dilakukan secara alami dengan sinar matahari atau menggunakan pengering buatan. Proses pengeringan yang baik akan menjaga kualitas gabah dan mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri.
BACA JUGA : Pengeringan Gabah Padi Dengan Solar Buble Dryer
Selanjutnya, dilakukan tahapan penggilingan untuk memisahkan beras dari sekam dan bekatul. Proses ini menggunakan alat seperti hopper dan penyosoh, baik dalam tipe tunggal maupun ganda. Penggilingan biasanya dilakukan satu hari setelah pengeringan untuk memastikan kualitas hasil yang optimal.
Setelah proses penggilingan, penting untuk melakukan penyimpanan yang baik. Tujuan dari penyimpanan adalah memperpanjang masa penyediaan bahan pangan serta menjaga kualitas dan keawetan gabah. Alat penyimpanan yang digunakan dapat berupa karung, karung plastik, silo, atau gudang.
Gudang penyimpanan sebaiknya memiliki lantai semen yang kering dan dilengkapi dengan alas kayu setinggi kira-kira 15 cm. Hal ini bertujuan agar karung tidak bersentuhan langsung dengan lantai dan udara dapat beredar dengan baik di bawah karung. Gudang juga perlu memiliki lubang udara yang cukup untuk sirkulasi udara yang optimal.
BACA JUGA:
- Mesin panen padi ( Combine Harvester )
- Budidaya Tanaman Padi Sawah Secara Umum
- Waktu Panen Pada Tanaman Padi
- Mesin Penggilingan Padi : Pengertian Dan Penjelasan Komponen
Bagi gabah yang akan digunakan sebagai benih, perlu dilakukan penurunan kadar air menjadi sekitar 11% dengan cara menjemurnya selama satu hari tambahan. Setelah itu, gabah dapat dimasukkan ke dalam kantong plastik berukuran kecil dan kemudian dimasukkan ke dalam blek atau kaleng yang kedap udara menggunakan lilin.
Sementara itu, beras yang akan dikonsumsi atau dijual juga perlu disimpan dengan baik. Penyimpanan beras dalam pengemas yang terbuat dari poli propilen atau polietilen dapat memperpanjang daya simpan beras dan melindunginya dari kontaminasi. Pengemas berfungsi sebagai wadah yang mempermudah pengangkutan dan menjaga kualitas beras.
Dengan melakukan penanganan pasca panen secara baik, petani dapat memastikan kualitas dan daya simpan yang optimal pada hasil panen padi mereka. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan nilai jual dan ketersediaan bahan pangan yang berkualitas bagi konsumen.
