Selain persiapan ruangan, peralatan dan bahan, ada bagian lain yang cukup penting dari laboratorium kultur jaringan, yaitu kebersihan. Kebersihan lantai, meja dan kursi harus terus terjaga secara intensif. Bukan hanya itu, peralatan lab juga memerlukan proses sterilisasi. Proses sterilisasi merupakan tehnik membersihkan dan membebaskan suatu benda dari segala kehidupan mikroorganisme (protozoa, fungi, bakteri, dan virus).
Sterilisasi adalah tahap kunci keberhasilan dalam metode kultur jaringan. Sterilisasi ini meliputi sterilisasi ruangan, sterilisasi alat tanam, sterilisasi media tanam, dan sterilisasi eksplan.
1. Sterilisasi Alat inokulasi dengan Laminar Air Flow

Sterilisasi laminar dengan spirtus atau alkohol 70%. Permukaan laminar sebelum mulai bekerja bersihkan dengan tisu yang sudah melalui proses pencelupan alkohol 70%. Laminar memiliki lampu UV. Nyalalakn selama 1-2 jam untuk mematikan kontaminan yang ada di permukaan laminar. Proses sterilisasi dengan UV juga setelah selesai melakukan penanaman atau inokulasi. Laminar harus tetap terjaga kebersihannya.
BACA JUGA : Laminar Air Flow Lokal
2. Sterilisasi Ruang
Salah satu ruang yang harus steril adalah ruang transfer untuk inokulasi, isolasi dan subkultur. Ruangan ini biasanya tidak terlalu besar agar proses sterilisasinya tidak lama dan mudah.
Sterilisasi ruangan dengan menyemprotkan alkohol 90%, dan sterilisasi lantai dengan kain pel yang telah basah dengan alkohol 90% atau phenol.

Sterilisasi ini mutlak menjelang penggunaan ruang inokulasi . Bisa menggunakan lampu ultraviolet untuk sterilisasi ruang, dan nyalakan apabila ruang inokulasi tidak dalam penggunaan , serta matikan saat masuk dalam ruang ini .
BACA JUGA : Anggrek Shaker – Alat Pengocok Botol Kultur
3. Sterilisasi Alat dan Media
Alat-alat logam dan gelas untuk penggunaan dalam kultur jaringan melalui proses sterlisasi dengan autoclave. Alat-alat gelas dan logam sterilisasi dengan autoclave pada temperatur 121 derajat Celcius dan tekanan 1 atm, selama 30 menit, sedangkan sterilisasi bahan atau media kultur selama 15 menit.

Alat- alat seperti pinset dan scalpel selain steril dengan autoclave dapat dengan pembakaran di atas api bunsen.

Botol-botol yang akan disterilisasi sebelumnya ditutup dengan aluminium foil atau plastik dan diikat dengan karet. Aquadest disterilkan seperti sterilisasi alat selama 30 menit.
BACA JUGA : Alat dan Bahan dalam Metode Kultur Jaringan Tumbuhan
4. Sterilisasi Eksplan
Eksplan adalah bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bahan eksplan dapat berupa organ, jaringan, maupun sel. Eksplan dari organ lebih mudah dikulturkan, misalnya : daun, batang, akar. Metode sterilisasi setiap eksplan berbeda, tergantung pada jenis tanamannya, bagian tanaman yang digunakan, morfologi permukaannya, umur tanamannnya, kondisi tanamannnya (sakit atau sehat pada saat pengambilan), musim saat pengambilan, dan lingkungan tumbuhnya.
BACA JUGA : Pengenalan Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan
Pada prinsipnya, sterilisasi eksplan adalah mensterilkan dari kontaminasi mikroorganisme, tanpa mematikan eksplannya .
Pada metode kultur jaringan untuk perbanyakan anggrek, eksplan adalah biji anggrek yang berasal dari buah anggrek yang sudah tua dan belum pecah. Kondisi buah yang masih muda atau buah tua yang sudah pecah akan berbeda tehnik sterilisasinya. Buah anggrek yang sudah tua dan belum pecah, sterilisasinya dengan cara membakar buah di atas api bunsen, edangkan sterilisasi buah anggrek yang tua dan sudah pecah dengan klorox. Setelah sterilisasi, sayat buah secara aseptik dan iambil bijinya untuk ditanam di media kultur.
Sumber :
- Edhi Sandra .2013. Cara Mudah Memahami dan Menguasai Kultur Jaringan. IPB Press.
