Budidaya Tomat : Bibit, Jarak Tanam, Penanaman Hingga Panen

Yuk Bagikan ..

Budidaya tomat adalah salah satu kegiatan pertanian yang populer dan menguntungkan. Tomat merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang paling umum ditanam di berbagai belahan dunia, karena ketersediaannya yang melimpah, kandungan nutrisinya yang tinggi, dan beragamnya penggunaan dalam masakan. Jika Anda tertarik untuk terlibat dalam budidaya tomat, artikel ini akan memberikan pedoman langkah demi langkah yang berguna untuk memulai dan mengelola kebun tomat Anda sendiri.

budidaya tomat

Sebelum memulai budidaya tomat, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan. Pertama, pemilihan varietas tomat yang cocok dengan kondisi iklim dan lingkungan tempat Anda tinggal sangat penting. Ada berbagai varietas tomat yang tersedia, termasuk tomat biasa, tomat sayur, tomat kumato, tomat ranti, tomat ceri, tomat beefsteak, dan tomat plum, masing-masing dengan keunikan dan karakteristiknya sendiri. Selain itu, perhatikan juga aspek tanah, pemupukan, penyiraman, dan perlindungan tanaman dari hama dan penyakit yang umum terjadi pada tomat. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan panduan yang komprehensif tentang bagaimana menyiapkan lahan, menanam bibit, merawat tanaman, serta tips dan trik dalam budidaya tomat yang berhasil.

A. PEMBIBITAN TOMAT

1. Persyaratan Benih

Kriteria-kriteria teknis untuk seleksi biji/benih tanaman tomat adalah :

  1. Pilih biji yang utuh, tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat biasanya sulit tumbuh.
  2. Pilih biji yang sehat, artinya biji tidak menunjukkan adanya serangan hama atau penyakit.
  3. Benih atau biji bersih dari kotoran
  4. Pilih benih atau biji yang tidak keriput

2. Penyiapan Benih

Pengadaan benih tomat dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu dengan cara membeli benih yang telah siap tanam dan dengan membuat benih sendiri. Apabila pengadaan benih dilakukan dengan membeli, hendaknya membeli pada toko pertanian yang terpercaya menyediakan benih-benih yang bermutu baik dan telah bersertifikat.

Cek di SINI
tomat servo

B. TEKNIK PENYEMAIAN BENIH

Benih atau biji-biji tomat yang telah terpilih sebelum semai harus melalui proses desinfektan. Caranya, dengan merendam benih ke dalam larutan fungisida agar mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit mati.
Ada beberapa cara menyemai pada bedeng persemaian, yaitu :

  1. Taburkan benih tomat merata pada permukaan bedeng, kemudian tutup tanah tipis-tipis. Buat gurittan pada bedeng sedalam 1 cm dengan jarak antar guritan 5 cm, lalu taburkan bijikedalam guritan secara merata dan tidak saling tumpuk, kemudian  tutup kembali dengan tanah tipis-tipis.
  2. Dengan menanamkan benih pada lubang-lubang tanam dengan jarak 5 cm dan kedalaman lubang tanam sekitar 1 cm. Dalam satu lubang tanam dapat berisi 1 atau 2 benih, kemudian tutup tanah tipis-tipis.
  3. Penyemaian dapat langsung  pada kantong-kantong polybag yang telah berisimedia tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setiap kantong polybag berisi satu benih saja dan tanamkan benih dengan kedalaman sekitar 1 cm. Setelah menanam biji , sebaiknya basahi media tanam dengan air.

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

Selama awal pertumbuhan, pemeliharaan bibit tanaman dipersemaian harus dilakukan secara intensif dengan pengawasan kontinyu. Pemeliharaan bibit meliputi kegiatan-kegiatan :

  1. Penyiraman
    • Lakukan penyiraman sejak  menabur benih  ke bedeng persemaian sampai tanaman siap pindah ke kebun. Penyiraman 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Penyiraman sebaiknya  dengan menggunakan alat/gembor yang memiliki lubang halus, agar tidak merusak bibit tanaman yang sudah atau baru tumbuh.
  2. Penyiangan
    • Penyiangan dapat dengan cara langsung mencabuti tanaman pengganggu tanpa peralatan. Penyiangan sebaiknya  seperlunya saja dengan melihat keadaan tanaman.
  3. Pemupukan
    • Pada media persemaian selain memberikan pupuk kandang, sebaiknya juga memberikan pupuk kimia NPK secukupnya sebagai pupuk tambahan setelah benih tumbuh menjadi bibit.
  4. Pencegahan dan Pemberantasan Hama Penyakit
    • Hama yang umunya menyerang benih atau bibit di persemaian berasal dari golongan serangga, seperti semut dan golongan nematoda, seperti cacing tanah. Penyakit yang sering menyerang dari golongan cendawan. Untuk mencegah berkembangnya hama dan penyakit dapat dengan sterilisasi tanah. Untuk memberantas hama dan penyakit yang menyerang dapat menyemprotkan obat-obatan. Insektisida untuk memberantas hama dari golongan serangga dan fungisida untuk memberantas penyakit yang disebabkan oleh golongan jamur.
    • Nama-nama formulasi antara lain Furadan 3 g, Dithane Hostathion dan Antracol.

C. PEMINDAHAN BIBIT

  • Pindahkan bibit tomat ke kebun setelah berumur 30-45 hari di persemaian.
  • Pada saat penanaman ke kebun, sebaiknya lakukan pemilihan lagi terhadap bibit-bibit yang telah berumur 30-45 hari agar memperoleh tanaman yang baik pertumbuhannya dan memiliki daya produktivitas tinggi dalam menghasilkan buah. Untuk itu, bibit  sebaiknya yang berpenampilan menarik dan baik, penampakannya segar dan daun-daunnya tidak rusak.
  • Pilihlah bibit yang kuat, yaitu tegak pertumbuhannya dan pilihlah bibit yang sehat, artinya bibit tidak terserang hama dan penyakit.
  • Waktu yang baik untuk menanam bibit tomat di kebun adalah pagi atau sore hari. Pada saat itu keadaan cuaca belum panas sehingga mencegah kelayuan pada tanaman.
  • Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman, sehingga pada saat bibit telah tertanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati.
jarak tanam tomat

Cara pemindahan bibit dari persemaian yaitu :

  1. Sistem cabut, yakni bibit yang telah tumbuh di persemaian dan cukup umur lalu cabut dengan hati-hati. Namun, sebelum  pencabutan bedeng persemaian harus basahi dengan air untuk memudahkan pencabutan dan tidak merusak akar.
  2. Sistem putaran, yaitu bibit ambil beserta tanahnya. Namun, sebelum mengambil bibit dan  tanah, basahi dengan air terlebih dahulu.
  3. Sedangkan untuk bibit ysemai  dalam bumbung atau polybag cara pemindahannya adalah basahi bumbung terlebih dahulu, kemudian keluarkan bibit dari bumbung beserta tanahnya dengan menyobek kantong polybag.

D. PENGOLAHAN MEDIA TANAM

Persiapan

Pengolahan tanah untuk penanaman bibit di kebun produksi harus memperhitungkan waktu, antara lain lamanya bibit di persemaian hingga dapat pindah tanam ke kebun dengan lamanya proses pengolahan tanah sampai siap tanam. Lamanya waktu pembibitan sekitar 30-45 hari, sedangkan lamanya pengolahan tanah yang intensif sampai siap tanam adalah 21 hari. Oleh karena itu, agar tepat waktu penanamannya di kebun, jadwal pengolahan tanahnya sebaiknya  1-2 minggu setelah banih semai.

Pembukaan Lahan

Pengolahan tanah yang intensif pada dasarnya melalui 3 tahapan, yaitu :

1. Tahap pertama

Membalik agregat tanah sehingga tanah yang berada pada lapisan dalam dapat terangkat ke permukaan. Pengolahan tanah tahap ini sebaiknya  dengan bajak tarik dengan tenaga hewan atau dengan menggunakan traktor. Olah tanah dengan kedalaman 25-30 cm. Setelah bajak, biarkan tanah selama 1 minggu agar bongkahan-bongkahan tanah hasil pembajakan cukup terkena angin, terkena cahaya matahari, dan supaya terjadi proses oksidasi (pemasaman) zat-zat beracun dari dalam tanah seperti asam sulfida yang sangat membahayakan kehidupan tanaman.

2. Tahap kedua

Gamburkan tanah dengan cara cangkul tipis-tipis sehingga memperoleh struktur tanah yang gembur atau remah, sekaligus untuk meratakannya. Selanjutnya, tanah hasil pengolahan tahap ini biarkan selama 1 minggu.

3. Tahap ketiga

Lakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15-20 ton/ha. Pemberian pupuk kandang yang belum masak dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, bahkan dapat mematikan tanaman karena akar tanaman tidak kuat menahan panas. Pada tahap ini, tanah yang telah ditaburi pupuk kandang dicangkuli kembali tipis-tipis dan diratakan.

Pembentukan Bedengan

  • Setelah pengolahan tanah selesai , selanjutnya buat bedeng-bedeng membujur ke arah Timur Barat agar penyebaran cahaya matahari dapat merata ke seluruh tanaman.
  • Selain pembuatan bedeng, juga  parit-parit atau selokan untuk irigasi.
  • Buat bedenan lebar dengan ukuran lebar 1-1,2 m, sesuaikan panjang dengan keadaan lahannya dan tinggi bedeng 30 cm.
  • Jika penanaman tomat  pada musim penghujan, buat bedengan t lebih tinggi yaitu 40-45 cm.
  • Sedangkan ukuran parit buat lebar 20-30 cm dan kedalamannya 30 cm. Dengan demikian jarak antar bedeng adalah 20-30 cm.
  • Kemudian pada sekeliling petak-petak bedengan buat saluran pembuangan air dengan ukuran lebar 50 cm, dan kedalamannya 50 cm.
bedengan tomat

Pengapuran

Hal lain yang perlu jadi perhatian dalam pengolahan lahan atau penyiapan lahan adalah pengapuran pada tanah-tanah yang terlalu asam dan tidak sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman.
Pengapuran ini  bersamaan dengan saat pengolahan tanah, sebab pada umumnya akar tanaman tidak kuat terhadap pengapuran secara langsung, tanaman dapat menderita gangguan pertumbuhan bahkan dapat mati. Jenis kapur antara lain kapur tohor, kapur karbonat, atau kapur tembok.

Pengapuran, selain menaikkan nilai pH tanah juga dapat memperbaiki struktur tanah, mendorong aktivitas mikroorganisme tanah dalam membantu proses penguraian bahan organik tanah dan menurunkan zat yang bersifat racun tanpa menghilangkan zat-zat penting yang lain. Dosis pengapuran harus memperhatikan nilai pH tanah setempat.

Pemupukan

Sebelum tanaman tomat ditanam, lahan harus diberi pupuk dasar. Pemupukan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
Cara 1
Kompos atau pupuk kandang yang telah jadi tanah dan TSP ditabur secara merata ke seluruh bedengan. Selanjutnya, tanah dicangkul sampai homogen agar kompos atau pupuk kandang dan TSP tercampur merata dengan tanah.
Cara 2
Pada jarak yang telah ditentukan dibuat lubang sedalam + 15 cm dan bergaris tengah + 20 cm. Lubang-lubang tersebut kemudian diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5 kg (satu genggam besar) dan diberi TSP sebanyak + 5 gram. Lubang ditimbun tanah, kemudian diaduk-aduk sehingga kompos atau pupuk kandang, TSP dan tanah tercampur rata.

Pemberian Mulsa

Plastik hitam-perak sebagai mulsa (penutup tanah) telah banyak dipergunakan oleh para petani. Penggunaan plastik hitam-perak sebagai mulsa lebih praktis dibandingkan dengan penggunaan sisa-sisa tanaman yang telah mati, misalnya jerami padi.BACA JUGA :

E. TEKNIK PENANAMAN TOMAT

 Penentuan Pola Tanam / Jarak Tanam Tomat

Tomat dapat ditanam dengan 2 macam jarak tanam yaitu :
1. Sistem dirempel
Jarak tanam sistem ini adalah 50×50 cm, atau 60×60 cm, bujur sangkar atau segi tiga sama sisi. Cara menanam dengan sistem ini maksudnya yaitu tunas-tunas yang tumbuh diambil (dipotong) sedini mungkin, sehingga tanaman hanya memiliki satu batang tanpa cabang.
2. Sistem bebas
Ukuran jarak tanam sistem bebas adalah 80×100 cm; 80×80 cm; 80×100 cm; 100×100 cm. Bentuk yang digunakan dapat berupa bujur sangkar, segi panjang atau segi tiga sama sisi. Selain itu dapat juga dibuat antar barisan berjarak 100 cm, dan dalam barisan berjarak 50-60 cm. Cara menanam dengan sistem ini bertujuan membiarkan tunas-tunas yang tumbuh menjadi cabang-cabang besar dan dapat berubah.

Pembuatan Lubang Tanam

Bedengan yang telah siap untuk penanaman bibit, sehari sebelumnya hendaknya airi terlebih dahulu supaya basah. Kemudian pada bedeng yang telah tertutup mulsa plastik buat lubang tanam dengan diameter 7-8 cm sedalam 15 cm. Lubang-lubang tanam buat sesuai dengan ketentuan jarak tanam.

Cara Penanaman

Penanaman dapatpada musim kemarau dan musim hujan. Apabila penanaman n pada musim kemarau, pakailah mulsa plastik hitam-perak atau kertas alumunium. Mulsa tersebut harus sudah terpasang di bedengan sebelum bibit tanam. Apabila penanaman n pada musin hujan, pasanglah lebih dahulu atap plastik transparan (tembus cahaya) pada bedengan tanaman.

F. PEMELIHARAAN TOMAT

 Penjarangan dan Penyulaman

Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati, rusak atau yang pertumbuhannya tidak normal, misalnya tumbuh kerdil. Penyulaman sebaiknya dilakukan seminggu setelah tanam. Namun jika satu minggu sudah terlihat adanya tanaman yang mati, layu, rusak atau pertumbuhannya tidak normal, penyulaman sebaiknya segera dilakukan. Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam penyulaman adalah bibit yang digunakan. Bibit yang digunakan untuk menyulam diambil dari bibit cadangan yang telah dipersiapkan sebelumnya bersamaan dengan bibit lain yang bukan bibit cadangan.
Cara penyulamannya adalah :

  • Apabila tanaman yang telah mati, rusak, layu, atau pertumbuhannya tidak normal dicabut,
  • emudian buat lubang tanam baru ditempat tanaman terdahulu,
  • Bersihkan dan diberi Furadan 0,5 gram bila  perlu.
  • Setelah itu, bibit yang baru tanam pada tempat tanaman terdahulu dengan cara penanaman bibit terdahulu.

Penyiangan

Harus menyiangi semua gulma yang tumbuh di areal penanaman tomat agar tidak menjadi pesaing dalam menghisap unsur hara. Gulma yang terlalu banyak akan mengurangi unsur hara sehingga tanaman tomat menjadi kerdil.  Dapat juga menjadi sarang hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman tomat. Pemberian mulsa plastik atau daun-daunan akan mengurangi gulma. Waktu penyiangan bisa 3-4 kali tergantung kondisi kebun.

Pembubunan

Tujuan pembubunan adalah memperbaiki peredaran udara dalam tanah dan mengurangi gas-gas atau zat-zat beracun yang ada dalam tanah sehingga perakaran tanaman akan menjadi lebih sehat dan tanaman akan menjadi cepat besar. Tanah yang padat harus segera menjadi gembur. Pembubunan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

Perempalan/Pemangkasan

Tunas yang tumbuh di ketiak daun harus segera rempel/pangkas agar tidak menjadi cabang. Perempelan paling lambat  1 minggu sekali. Pada tanaman tomat yang tingginya terbatas, perempalannya harus dengan hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut terempel supaya tanaman tidak terlalu pendek.

Perempelan yang baik  pada pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara: ujung tunas dipegang dengan tangan yang bersih, lalu gerakkan ke kanan ke kiri sampai tunas tersebut lepas. Apabila terlambat merempel, tunas akan menjadi cabang yang besar dan sukar putus.
Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting tajam yang bersih.
Batasi ketinggian tanaman tomat i dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah sudah mencapai 5-7 buah.

Pemupukan Tomat

Pemupukan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Tata cara pemupukan adalah :

  1. Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu setelah tanam, harus segera memberi pupuk buatan. Dosis pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman antara 1-2 gram. Pemupukan cengan cara sekeliling tanaman pada jarak 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian tutup tanah pupuk dan siram dengan air. Pupuk Urea dan KCl tidak boleh mengenai tanaman karena dapat melukai tanaman.
  2. Pemupukan kedua ketika tanaman berumur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl sebanyak 5 gram. Pemupukan dengan cara  di sekeliling batang tanaman sejauh 5 cm dan dalamnya 1 cm, kemudian tutup tanah kembali pupuk dan siram dengan air.
  3. Bila pada umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur, dapat memberik pupuk lagi dengan Urea dan KCl sebanyak 7 gram. Jarak pemupukan dari batang buat makin jauh yaitu 7 cm.

Penyiraman dan Pengairan

Kebutuhan air pada budidaya tanaman tomat tidak terlalu banyak, namun tidak boleh kekurangan air. Pemberian air yang berlebihan pada areal tanaman tomat dapat menyebabkan tanaman tomat tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit. Kelembaban tanah yang tinggi dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan patogen sehingga tanaman tomat dapat mati keracunan karena kandungan oksigen dalam tanah berkurang.

Kekurangan air yang berkepanjangan pada tanaman tomat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pada stadia awal, mengakibatkan pecah-pecah pada buah akibat kekurangan air terjadi pada stadia pembentukan hasil dan dapat menyebabkan kerontokan bunga apabila kekurangan air terjadi selama periode pembungaan.

Pemasangan Ajir / Lenjeran

Pemasangan ajir untuk mencegah tanaman tomat roboh. Hal-hal yang perlu jadi perhatian :

  1. Ajir (lanjaran) terbuat dari bambu atau kayu dengan panjang antara 100-175 cm, tergantung dari varietasnya. Untuk penanaman dalam green house yang modern dapat menggunakan tali (warna putih).
  2. Pemasangan ajir lakukan sedini mungkin, ketika tanaman masih kecil akar masih pendek, sehingga akar tidak putus tertusuk ajir. Akar yang luka akan memudahkan tanaman terserang penyakit yang masuk lewat luka. Jarak ajir dengan batang tomat 10-20 cm.
  3. Cara memasang ajir bermacam-macam, misalnya ajir dibuat tegak lurus atau ujung kedua ajir diikat sehingga membentuk segitiga. Agar tidak terserang rayap, olesi ajir dengan ter atau minyak tanah.
  4. Tanaman tomat yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera di ikat pada ajir. Pengikatan jangan terlalu erat yang penting tanaman tomat dapat berdiri.
  5. Pengikatan  dengan model angka 8 sehingga tidak terjadi gesekan antara batang tomat dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.
  6. Setiap tanaman bertambah tinggi sekitar 20 cm, harus melakukan pengikatan lagi agar batang tomat selalu berdiri tegak.

G. PANEN TOMAT

Ciri dan Umur Panen

Pemetikan buah tomat bisa saat tanaman yang telah berumur 60-100 hari setelah tanam tergantung pada varietasnya. Varietas tomat yang tergolong indeterminatre memiliki umur panen lebih panjang, yaitu berkisar antara 70-100 hari setelah tanam baru bisa petik buah.
Penentuan waktu panen karena beberapa faktor seperti keadaan iklim setempat dan tanah.

panen tomat

Kriteria masak petik yang optimal dapat melihat dari warna kulit buah, ukuran buah, keadaan daun tanaman dan batang tanaman, yakni :

  1. Kulit buah berubah, dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan.
  2. Bagian tepi daun tua telah mengering.
  3. Cabang tanaman menguning/mengering.

Waktu pemetikan (pagi, siang, sore) juga berpengaruh pada kualitas tomat yang dipanen. Saat pemetikan buah tomat yang baik adalah pada pagi atau sore hari dan keadaan cuaca cerah. Pemetikan  pada siang hari dari segi teknis kurang menguntungkan karena pada siang hari proses fotosintesis masih berlangsung sehingga mengurangi zat-zat gizi yang terkandung. Panen dalam keadaan cuaca yang panas di siang hari dapat meningkatkan temperatur dalam buah tomat sehingga dapat mempercepat proses transpirasi (penguapan air) dalam buah. Keadaan ini dapat menyebabkan daya simpan buah menjadi lebih pendek.

BACA JUGA :

2. Cara Panen

  1. Cara memetik buah tomat cukup  dengan memuntir buah secara hati-hati hingga tangkai buah terputus.
  2. Pemuntiran buah harus  satu per satu dan pilih buah yang sudah matang.
  3.  Selanjutnya, buah tomat yang sudah terpetik dapat langsung masukan ke dalam keranjang untuk kumpulkan ke dalam tempat penampungan.
  4. Tempat penampungan hasil panen tomat hendaknya  di tempat yang teduh atau dapat membuatkan tenda di dalam kebun.

3. Periode Panen

Melakukan pemetikan buah tomat tidak dapat d 1 kali pemetikan karena masaknya buah tomat tidak bersamaan waktunya. Pemetikan buah tomat dapat setiap selang 2-3 hari sekali sampai seluruh tomat habis terpetik.

Scroll to Top