Sejarah Es Krim

Yuk Bagikan ..

Es krim merupakan salah satu suguhan paling kuno dengan sejarah yang tersebar di seluruh dunia. Di India, ada kulfi. Italia, mereka menyebutnya gelato. Di Jepang, mochi. Tampaknya setiap negara memiliki keunikannya masing-masing dalam membuat manisan beku lezat yang biasa disebut es krim oleh orang Amerika. Hal manis ini tersebar! Jadi dari mana sebenarnya asalnya?

Ada beberapa mitos mengenai asal muasal es krim. Ada yang bilang Marco Polo membawanya kembali dari perjalanannya ke Timur Jauh. Yang lain mengatakan bahwa Catherine de Medici memperkenalkannya ke Prancis ketika dia pindah untuk menikah dengan Raja Henry II. Tidak ada satu pun kisah yang mungkin benar, meski keduanya romantis. Faktanya, es krim memiliki sejarah yang jauh lebih kuno. Bentuk awalnya hanya memiliki sedikit kemiripan dengan es krim yang kita makan saat ini.

Sejarah es krim di tiap zaman dan kerajaan

Ayat-ayat Alkitab merujuk pada Raja Salomo yang menikmati minuman es dingin selama musim panen. Alexander Agung dari Yunani kuno suka menikmati minuman dingin dengan tambahanmadu atau anggur. Pada masa pemerintahan Nero di Roma pada tahun 54 68 SM, memanen es dari pegunungan terdekat. Mereka menyimpan di rumah es lubang dalam dengan penutup dari jerami. Praktik menyimpan es sebagai pengganti lemari es akan menjadi hal yang umum selama berabad-abad mendatang. Bentuk es krim paling awal memiliki sedikit kemiripan dengan es krim manis di dalam freezer Anda.

Ada keyakinan Kaisar Dinasti Tang (618 907 M) sebagai orang pertama yang memakan makanan beku seperti susu. Versi ini berasal dari susu sapi, kambing, atau kerbau yang yang melalui proses pemanasan dengan tepung. Kamper, zat aromatik yang berasal dari pohon cemara, ditambahkan untuk meningkatkan tekstur dan rasa. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabung logam dan diturunkan ke dalam kolam es hingga membeku. Proses ini mirip dengan cara orang India membuat kulfi sebelum disimpan di lemari es.

Pada abad pertengahan, orang Arab meminum minuman dingin yang disebut serbat, atau sharabt dalam bahasa Arab. Minuman dingin ini sering kali dibumbui dengan ceri, delima, atau quince. Seiring berjalannya waktu, minuman tersebut menjadi populer di kalangan bangsawan Eropa. Orang Italia dikatakan telah menguasai teknik pembuatan minuman ini, dan orang Prancis segera menyusul setelahnya.

BACA JUGA : Jenis Es Krim: Perbedaan Soft Ice Cream dan Hard Ice Cream

Sorbet

Abad ke-17 menyaksikan minuman es dibuat menjadi makanan penutup beku. Dengan tambahan gula, terciptalah sorbettoatau, yang lebih umum kita kenal, sorbet. Antonio Latini (1642-1692), seorang pria yang bekerja untuk Raja Muda Spanyol di Naples, dianggap sebagai orang pertama yang menulis resep sorbetto. Ia juga bertanggung jawab menciptakan sorbet berbahan dasar susu, yang oleh sebagian besar sejarawan kuliner dianggap sebagai es krim resmi pertama.

sorbet buah

Gelato

​Pada tahun 1686, seorang Sisilia bernama Francesco Procopio dei Coltelli membuka kafe pertama di Paris, Il Procope. Tempat ini menjadi tempat pertemuan banyak intelektual terkenal, termasuk Benjamin Franklin, Victor Hugo dan Napoleon. Kafe tersebut memperkenalkan gelato, sorbet versi Italia, kepada publik Prancis. Disajikan dalam mangkuk porselen kecil menyerupai cangkir telur. Procopio dikenal sebagai Bapak Gelato Italia.

Fromage

Sekitar waktu yang sama, orang Perancis mulai bereksperimen dengan makanan penutup beku dengan sebutan fromage. Pembuat manisan Perancis Nicolas Audiger, dalam bukunya La maison reglée, menjelaskan beberapa resep fromage yang terbuat dari es dengan perasa buah. Salah satu resep awal mencakup krim, gula, dan air bunga jeruk. Audiger juga menyarankan untuk mengaduk es selama proses pembekuan untuk memasukkan udara dan menciptakan tekstur yang lebih pulen. Terlepas dari nama makanan penutupnya, fromage tidak berasal dari keju. 

fromage es

 Tidak sepenuhnya jelas mengapa mereka menyebutnya fromage. Kata tersebut mungkin mengacu pada cetakan keju untuk membekukan es krim, atau mungkin hanya istilah Perancis yang longgar untuk bahan makanan hasil kompres atau cetak. Apapun alasannya, pada abad ke-18 fromage beku menjadi cukup populer di seluruh Perancis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top