Hydroseeding merupakan suatu metode untuk menumbuhkan kembali vegetasi di suatu area dalam waktu singkat. Penumbuhan vegetasi atau proses hydroseeding ini dengan menyemprotkan campuran yang terdiri air, campuran benih rumput, serat kayu dan pupuk.
Penggunaan hydroseding biasa untuk tumbuh rumput di lereng dengan kemiringan hingga 30 derajat. Proses hydroseeding melibatkan campuran serat mulsa, pupuk, air, benih dan kadang-kadang kapur bersama-sama di dalam tangki. Langkah selanjutnya semprotkan secara langsung area yang menjadi program revitalisasi lahan. Setelah penyemprotan pada area yang menjadi target , serat yang lembab mulsa kemudian bekerja untuk menghasilkan ikatan dengan tanah.

Dengan teknologi hydroseeding biaya untuk memulihkan kembali area yang rusak dengan menumbukan tanaman perintins seperti rumput-rumputan. Area yang rusak ini semisal bekas pertambangan, area tandus. Proses pemulihan bisa dilakukan dengan lebih cepat, dan murah. Pemulihan area sangat efektif untuk lereng bukit dan membantu dengan pengendalian erosi.
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pun mengeluarkan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. P-4/Menhut-II/2011 Tentang Pedoman Reklamasi Hutan. Pada halaman 19, point e. Memperkecil Erosi. Bagian ini menyebutkan bahwa hydroseeding mampu mengurangi dan memperkecil dampak erosi yang terjadi di permukaan lahan.
Jenis Hydroseeding
Kami menyediakan beberapa pilihan unit mesin hydroseeding :
Kapasitas 1000 liter ( 1 Kubik)
Kapasitas 1000 liter ( 1 Kubik) – Mobile
