Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta

Yuk Bagikan ..

Dua varietas pohon kopi yang paling populer yaitu kopi Arabika dan Robusta memiliki perbedaan . Kedua varietas ini memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cita rasa dan kualitas biji kopi hasil proses. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari lebih lanjut tentang varietas pohon kopi Arabika dan Robusta yang tumbuh di Indonesia.

Kopi robusta (atas) dan kopi arabika (bawah)
Pohon kopi robusta dan arabika

A. Varietas Kopi Robusta

Varietas Robusta pertama kali ditemukan di Kongo, Afrika Tengah. Di Indonesia, Robusta mulai ditanam pada abad ke-19. Jenis pohon kopi robusta adalah jenis paling banyak ditanam di Indonesia. Tanaman kopi Robusta tumbuh lebih baik di daerah dataran rendah dan daerah tropis seperti Lampung, Bengkulu, dan Kalimantan. Karakteristik biji kopi Robusta memiliki rasa yang lebih kuat dan pahit, serta kandungan kafein yang lebih tinggi. Mereka juga lebih tahan terhadap penyakit dan cuaca buruk.

Adapun klon-klon kopi robusta yang dianjurkan adalah BP 42, BP 234, BP 288, BP358, BP 409, dan SA 203. Oleh karena kopi robusta bersifat menyerbuk silang, maka penanamannya harus poliklonal, dapat 3-4 klon untuk tiap hamparan kebun. Demikian pula sifat kopi robusta yang sering menunjukkan reaksi berbeda apabila ditanam pada kondisi lingkungan berbeda.

Komposisi klon kopi robusta untuk suatu lingkungan tertentu harus berdasarkan pada stabilitas daya hasil, kompatibilitas (keserempakan saat berbunga) antar klon untuk kondisi lingkungan tertentu serta keseragaman ukuran biji.

BACA JUGA :  Persyaratan Tumbuh Tanaman Kopi Supaya Maksimal

Beberapa varietas kopi yang dianjurkan dan sifat-sifat agronominya adalah seperti tercantum pada tabel   di bawah ini yang akan memaparkan perberbedaan fisik, dan produktivitas tiap varietas.

Biji kopi robusta

Tanaman kopi robusta klon BP 42, BP 234, dan BP 288

Sifat AgronomiKlon Robusta BP 42Klon Robusta BP 234Klon Robusta BP 288
PerawakanSedangRampingSedang
PercabanganMendatar, ruas pendekCabang panjang, lentur, ruas panjangRuas panjang
Bentuk daun dan warna buahMembulat besar, permukaan bergelombang sedikit, pupus hijau kecoklatanBulat memanjang, permukaan bergelombang nyata, pupus membentuk membulat, berwarna hijau puct kecoklatan,Agak membulat, permukaan agak sedikit bergelombang, pupus hijau kecoklatan
BuahBesar, dompolan rapat, warna hijau pucat, masak merah,Agak kecil tidak seragam, diskus kecil, warna hijau, masak merahAgak kecil, diskus seperti cincin, masak merah tua
BijiMedium-besarKecil-mediumKecil-medium
Saat pembungaanAgak akhir (lambat)di atas 400 mdpl, berbunga awal, di bawah 400 mdpl berbunga agak akhirdi atas 400 mdpl, berbunga akhir, di bawah 400 mdpl berbunga agak awal
Produktivitas(biji kopi kg/ha/thn)800-1200800-1600800-1500

Kopi robusta klon BP 358, BP 409, SA 234

Sifat AgronomiKlon BP 358Klon BP 409Klon SA 234
PerawakanSedangBesar, kokoh,Besar, lebar, kokoh
PercabanganAgak lentur, ruas agak panjangKokoh, kuat, ruas agak panjangRuas panjang
Bentuk daun dan warna buahBulat telur memanjang, hijau mengkilap, tepi daun bergelombang lebar, pupus hijau kecoklatanMembulat, besar, hijau gelap, helai daun sepert belulang, bergelombang tegas, pupus hijau mudaMembulat, besar, hijau kusam, helai daun bergelombang, pupus hijau kecoklatan
BuahAgak besar, diskus agak lebar, buah masak merah, pucta belangAgak besar, diskus agak lebar, buah masak merah pucat belangAgak kecil, diskus kecil jarak antar dompolan pendek, buah masak merah tua
BijiMedium-besarMedium-besarKecil-medium
Saat pembungaanAgak terakhirTerakhirTerakhir
Produktivitas(biji kopi kg/ha/thn)800-17001000-1300800-1200

Pohon kopi robusta varietas klon BP 436, BP 534, BP 936

Sifat AgronomiKlon BP 436Klon BP 534Klon BP936
PerawakanKecil-sedangSedangBesar
PercabanganAktif lentur ke bawahLentur ke bawah, cabang sekunder kurang aktif dan mudah patah, lebih sesuai digunakan sebagai sambungan tak entKaku mendatar, teratur, percabangan rapat, rimbun
Bentuk daun dan warna buahBulat telur ujung runcing melengkung, kedudukan daun terhadap tangkai tegak, daun berwarna hijau pucat (kekuningan), pupus hijau muda kemerahanBulat memanjang, lebar daun sempit, helai daun seperti belulang, sirip daun tegas, daun tua berwarna hijau, sering mosaik, pupus berwarna hijau kecoklatanBulat telur, lebar memanjang, ujung membulat tumpul agak lebar, pupus berwarna hijau coklat muda, daun tua hijau sedang, menelungkup ke bawah
BuahBuah muda ada diskus kecil, dompolan sangat rapat, di atas 400 m dpl, masak serempak berwarna merah anggur, di bawah 400 m dpl. Masak tidak serempakBerukuran besar, buah muda berwarna kuning pucat beralur putih, diskus seperti cincin menonjol, dompolan buah rapat dan lebatMembulat besar, permukaan halus, buah muda hijau bersih , masak seragam, letak buah tersembunyi di balik cabang daun
BijiKecil – sedangSedang – besarSedang – besar
Saat pembungaandi atas 400 m dpl Berbunga akhir, di bawah 400 m dpl Berbunga awal – akhirAgak akhir – akhir (agak panjang)Agak awal
Produktivitas(biji kopi kg/ha/thn)1600-28001000-28001800-2800

Tanaman pohon kopi robusta varietas klon BP 939 dan SA 203

Sifat AgronomiKlon BP 939Klon SA 203
PerawakanSedang, lebar, kokohSedang
PercabanganPanjang agak lentur ke bawah, antar cabang terbuka teratur sehingga buah tampak menonjol dari luarTeratur mendatar, cabang primer sangat panjang, ruas panjang cabang sekunder cenderung lentur ke bawah
Bentuk daun dan warna buahOval bersirid tegas dan rapat, helaian daun kaku, tepi daun mengerupuk, ujung daun tumpul berwarna hijau sedang, pupus hijau kecoklatanOval berwarna hijau sedang tetapi mengkilat, pupus berwarna coklat kemerahan
BuahDalam dompolan lebat dan rapat, jarak antar dompolan lebar, ukuran agak kecil berbentuk lonjong, permukaan buah ada garis putihDalam dompolan lebat dan rapat, jarak antar dompolan lebar, masak tidak serempak
BijiMediumKecil – sedang
Saat pembungaanAkhir (lambat)Agak akhir – akhir
Produktivitas(biji kopi kg/ha/thn)1600-28001600-3700

B. Varietas Kopi Arabika

Varietas Arabika pertama kali ditemukan di Ethiopia dan dibawa ke Indonesia oleh Belanda pada abad ke-17. Wilayah Pertumbuhan: Arabika tumbuh dengan baik di dataran tinggi, terutama di pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Flores. Karakteristik biji kopi Arabika umumnya memiliki rasa yang lembut, asam yang seimbang, dan aroma bunga atau buah. Varietas ini lebih rentan terhadap penyakit dan cuaca ekstrem.

BACA JUGA :  Tanaman Biji Kopi: Asal Usul, Ciri-Ciri, Klasifikasi, dan Syarat Tumbuh

Meski jenis kopi Arabika tidak dominan  di Indonesia, namun jenis kopi ini paling banyak jadi budidaya secara global.
Berdasarkan usulan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, saat ini pemerintah telah melepas enam varietas kopi arabika melalui S.K. Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai berikut:

  • Kartika 1
  • Kartika 2
  • Abesiania 3
  • S 795
  • USDA 762
  • Andungsari 1

Adapun gambaran potensi produksi serta anjuran penanaman sesuai kondisi lingkungan tumbuhnya seperti tertera pada  tabel di bawah ini.

Tabel : Potensi produksi kopi arabika

NoVarietasPotensi Produksi
1Kartika 11,8 ton/ha
2Kartika 21,9 ton/ha
3Abesiania 30,7 ton/ha
4S 7951,2 ton/ha
5USDA 7621,2 ton/ha
6Andungsari 11,9 ton/ha

Tabel Anjuran penanaman kopi Arabika berdasarkan kondisi lingkungan

NoKondisi LingkunganVarietas
1Tinggi lahan di atas 700 m dplS 795
2Tinggi tempat di atas 1000 m dpl. Tanah suburS 795 , Kartika 1, Kartika 2
3Tinggi tempat di atas 1000 m dpl. Tanah kurang suburAndungsari 1, USDA 762 , S 795
4Tinggi tempat di atas 1250 m dpl. Tanah suburAB 3, S 795, Kartika 1 , Kartika 2 , USDA 762
5Tinggi tempat di atas 1250 m dpl. Tanah kurang suburAndungsari 1 , S 795

Deskripsi umum pohon kopi arabika untuk tiap varietas

1. Kartika 1

  • Tipe pertumbuhan kate (dwarft)
  • Daun oval meruncing
  • Buah seragam, biji membulat, nisbah biji buah 15,2%
  • Berbunga pertama pada umur 15-24 bulan
  • Produktivitas 41,75 kwintal/ha pada populasi 6.400 pohon.
  • Pada ketinggian di atas 1000 m dan pada ketinggian kurang dari 900 m dpl rentan penyakit karat daun
  • Citarasa baik.


2. Kartika 2

  • Tipe pertumbuhan kate (dwarft)
  • Daun oval membulat
  • Buah seragam, biji agak lonjong, nisbah biji buah 14,5%
  • Berbunga pertama umur 15-24 bulan
  • Produktivitas 37,17kwintal/ha pada populasi 6.400 pohon.
  •  Pada ketinggian lebih dari 1000 m dpl agak rentan penyakit karat daun sedangkan pada ketinggian kurang dari 900 m dpl rentan penyakit karat daun
  • Citarasa baik.

3. Abesinia 3

  • Tipe pertumbuhan tinggi melebar
  • Buah berbentuk oval persegi, biji besar memanjang dan seragam, nisbah biji buah 15,4%,
  • Berbunga pertama umur 34-36 bulan
  • Produktivitas7,5-10 kwintal/ha pada populasi 1.600 pohon
  • Rentan penyakit karat daun
  • Citarasa baik.

4. S 795

  • Tipe pertumbuhan tinggi agak melebar
  • Daun rimbun sehingga batang pokok tidak tampak dari luar
  • Buah seragam, biji berukuran besar tetapi tidak seragam, nisbah biji buah15,7%
  • Berbunga pertama umur 15-24 bulan
  • Produktivitas 10-15 kwintal/ha pada populasi 1.600-2000 pohon.
  • Pada ketinggian lebih dari 1000 m dpl tahan serangan karat daundan pada ketinggian kurang dari 900 dpl agak tahan penyakit karat daun
  • Citarasa cukup baik.

5. USDA 762

  • Tipe pertumbuhan tinggi agak melebar
  • Buah agak melebar, buah agak memanjang dengan ujung meruncing, berjenggot, biji membulat seragam, nisbah biji buah 16,6%
  • Berbunga pertama umur 32-34 bulan
  • Produktivitas 8-12 kwintal/ha pada populasi 1.600-2.000 pohon
  • Agak tahan terhadap penyakit karat daun
  • Citarasa cukup baik.

BACA JUGA :  Panen dan Pengolahan Pasca Panen Kopi

6. Andungsari 1

  • Tipe pertumbuhan kate (dwarft)
  • Daun oval bergelombang, lentur dan lebar
  • Buah masak kurang serempak, biji lonjong, nisbah biji buah 14,9%
  • Berbunga pertama umur 15-24 bulan
  • Produktivitas 35 kwintal/ha pada populasi 3300 pohon/ha.
  • Pada ketinggian lebih dari 1000 m dpl rentan penyakit karat daun
  • Citarasa baik

Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terpenting di dunia, dengan Arabika dan Robusta sebagai dua varietas utama yang tumbuh di sini. Memahami karakteristik dan wilayah pertumbuhan keduanya dapat membantu petani kopi dalam memaksimalkan potensi tanaman, sehingga mewujudkan penanaman kopi berkelanjutan.

Scroll to Top