Cara Menanam Bawang Merah di Polybag / Pot Metode Benih

Yuk Bagikan ..

Menanam bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) di polybag atau pot adalah pilihan bagi mereka yang memiliki ruang terbatas atau ingin mengatur penanaman dengan lebih terorganisir. Metode ini memungkinkan Anda untuk menghasilkan bawang merah berkualitas tanpa memerlukan lahan pertanian yang luas. Artikel ini akan memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara menanam bawang merah di polybag atau pot, khususnya bagi pemula.

budidaya bawang merah di polybag

Media tanam yang baik untuk pertumbuhan tanaman bawang merah adalah bertekstur sedang sampai liat, berstruktur  gembur. Mengandung bahan organik yang cukup, dengan ph tanah yang ideal adalah 6-7.

Wadah tanam :

  • Penyiapan media tanam dalam polybag Polybag/Pot : 30 x 30 cm (3 umbi/ tanaman) atau  ukuran 25 x 25 cm (1 umbi/ tanaman)
  • Media tanam yang dapat digunakan sebagai campuran media tanam, antara lain:
    • Tanah gembur 3-4 kg (kering angin)
    • Pemberian dolomit sekitar 13 gr (1-1,5 t/ha), jika tanah bersifat masam (ph <5,6)
    • Pupuk organik yang dapat digunakan adalah pupuk kandang ayam 130gr (10 t/ha) ataupupuk kandang domba 260 gr (20 t/ha) atau kompos 65 gr (dosis 5 t/ha)
    • Pemberian SP-36 (3 gr) (dosis 250 kg SP-36/ha) dan Furadan 1 sendok kecil  Diaduk merata, disiram dan dibiarkan seminggu

BACA JUGA :  Tanaman Bawang Merah : Klasifikasi, Ciri-ciri, dan Cara Budidaya

Bibit

Banyak yang menggunakan metode bibit umbi. Umumnya bibit umbi lebih cepat panen atau sekitar 7o hari sejak tanam, karena kondisinya titk tumbuh sudah 70-80%.  Namun, kali ini akan menggunakan metode bibit benih. Meski lebih lama masa panen, biaya bibit jauh lebih murah.

bibit bawang merah

Jenis bibit : benih bawang merah red burgundy. 

Bawang Merah Red Burgudy mempunyai diameter 3-4 inch dengan kulit berwarna merah gelap. Daging putih lembut dengan garis merah, rasa sangat ringan dan manis.  Benih/biji Bawang Merah Burgundy tidak perlu perendaman, namun perlu proses germinasi (perkecambahan), selanjutnya semai di tempat terkena sinar matahari langsung, dan baru kemudian tanam serta perawatan.

  • Benih mengeluarkan tunas 5 – 7 hari.
  • Umur panen sekitar 170 hari setelah tanam (HST).

BACA JUGA : Budidaya Bawang Bombay

Teknis budidaya bawang merah di polybag / pot

Germinasi Biji/Benih Bawang Merah Burgundy

  1. Siapkan tisu/handuk kertas untuk wadah germinasi.
  2. Lembabkan menggunakan air sprayer halus.
  3. Air untuk melembabkan sebaiknya air kemasan atau air matang.
  4. Ambil beberapa benih dan letakkan di atas tisu/handuk kertas.
  5. Masukkan ke kantong plastik dan tutup rapat.
  6. Letakkan kantong plastik di tempat gelap dan lembab.
  7. Periksalah setiap hari, sesuaikan kondisinya bila dibutuhkan.
  8. Biji Bawang Merah Burgundy berkecambah setelah 5 – 7 hari.
  9. Jika kecambahnya mencapai 0,9 – 1,8 cm, pindahkan ke media semai.

Penyemaian benih bawang merah

  1. Siapkan wadah penyemaian (berupa nampan, tray, kaleng bekas, dsb).
  2. Bagian bawahnya harus ada lubang secukupnya untuk sirkulasi air.
  3. Sehari sebelum semai, isi dengan media semai hingga 3/4 nya.
  4. Komposisi media semai = tanah : pasir/sekam : kompos = 1 : 1 : 1.
  5. Masukkan/tanamkan benih Bawang Merah Burgundy yang bertunas ke media semai.
  6. Sebagian tunasnya harus muncul di permukaan tanah.
  7. Semprotkan air yang halus (gunakan spray).
  8. Letakkan wadah persemaian di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
  9. Jaga medianya agar tidak kering dan tidak terlalu basah.
  10. Semprotkan air halus 1-2 kali sehari bila medianya kering.
  11. Akhiri persemaian  setelah memiliki 2 – 4 helai daun.

BACA JUGA : Bawang Putih : Asal usul, Klasifikasi, Ciri-ciri, dan Cara Budidaya Secara Singkat

Penanaman bibit bawang merah

  1. Siapkan wadah/tempat menanam (polybag, pot, kaleng bekas, dsb)
  2. Polibag/pot harus berlubang di bagian bawahnya.
  3. Masukkan batu-batu kecil agar lubang tidak tersumbat tanah.
  4. Sehari sebelum tanam, isi polibag/pot dengan media tanam hingga 3/4 nya.
  5. Komposisi media tanam = tanah : pasir/sekam : kompos = 2 : 1 : 1.
  6. Setelah bibit Bawang Merah Burgundy memiliki 2 – 4 helai daun, pindahkan ke polibag/pot.
  7. Caranya:
    • Buat lubang terlebih dulu di polibag/pot.
    • Ambil bibit beserta tanah di sekitar akarnya.
    • Masukkan ke lubang dengan posisi tegak, tambahkan tanah di sekitarnya.
    • Letakkan polibag/pot di tempat terang namun aman dari hujan.
    • Setelah tumbuh daun baru, letakkan polibag/pot di tempat terbuka.
    • Lakukan perawatan terhadap tanaman bawang merah

BACA JUGA :  Kandungan Nutrisi dan Manfaat Bawang Putih

Merawat tanaman bawang merah

Pemeliharaan, antara lain meliputi penyiraman, pemupukan susulan, penyiangan dan pengendalian OPT.

1. Pengairan
  • Tanaman bawang merah memerlukan pengairan setiap pagi dan sore hari.
  • Pada musim kemarau, penyiraman dapat sebanyak dua kali.
  • Selain pagi dan sore, penyiraman juga setelah hujan turun untuk membasuh percikan air hujan yang menempel pada daun.
  • Tujuannya untuk menghilangkan embun tepung pada daun dan untuk mengurangi resiko serangan penyakit tular tanah dan fusarium.
  • Setelah tanaman berumur 2 bulan, kurangi penyiraman i, agar diperoleh umbi yang berwarna merah cerah. Untuk mempercepat penuaan umbi, setelah tanaman berumur lebih dari 55 hari, lakukan penyiraman pada siang hari.
2. Pemupukan
  • Pemupukan dasar berikan pada saat tanam, yaitu dengan memberikan 3 gram TSP/SP- 36 per polybag.
  • Pemupukan susulan I lakukan saat tanaman berumur 14 hari dengan memberikan NPK ½ sendok makan (3 gram).
  • Untuk pemupukan susulan II lakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam, yaitu dengan pemberian NPK sebanyak 3 gram.
3.Penyiangan tanaman bawang merah di pot

Lakukan dengan mencabut rumput/gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bawang merah. Lakukan satu sampai dua kali penyiangan sebelum pemupukan kedua.

4..Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)

Lakukan pengendalian menggunakan pestisida nabati. Penggunaan pestisida kimia hanya sebagai tindakan terakhir.  Penyemprotan insektisida lebih baik menggunakan sprayer kipas, karena hasil butiran  serta menghemat insektisida lebih dari 40% (Koestoni, 1992).
Penyemprotan sebaiknya  pada sore hari, karena hama pada bawang merah ini aktif pada malam hari. Tindakan terhadap hama yang menyerang tanaman bawang merah antara lain:

  1. Pemetikan secara manual (petik) dan buang.
    • Kondisi ini jika menemukan telur dan daun-daun bawang menunjukkan gejala serangan. Jika jumlah telur telah melebihi batas, maka lakukan penyemprotan dengan menggunakan 2ml/l curacron 500 EC, 2ml/l Buldok 25EC, dll)
  2. Pengendalian serangan trips dengan menggunakan insektisida, yaitu 0,5 ml/l Tracer 120 SC; 0,5 ml/l Agrimec 18 EC; 0,5 ml/l Pegasus 500 SC; dan 1-2 ml/l Marshal 200 EC. Jika menemuan gejala serangan penyakit bercak ungu/ trotol, lakukan tindakan pengendalian, antara lain:
    • Jika pada siang hari, setelah hujan rintik-rintik, harus melakukan penyiraman (untuk mencuci sisa-sisa air hujan dan percikan tanah yang menempel pada daun).
    • Jika kerusakan telah melebihi ambang batas, maka lakukan penyemprotan fungisida dengan menggunakan 2 ml/l Score 250 EC, 2g/l Daconil 500F, 2g/lantracol 70 WP, atau 2 g/l Dithane M WP; d
    • Jika tanaman terkena layu fusarium, lakukan pencabutan dan musnahkan agar tidak menular.

Pemanenan bawang merah

Umur panen bawang merah sangat ditentukan oleh jenis varietasnya. Pemanenan sendiri dilakukan sesuai dengan penggunaan bawang merah tersebut nantinya. Untuk varietas Bima, panen bawang merah untuk konsumsi dapat dilakukan saat tanaman berumur 60 hari dan jika akan digunakan sebagai umbi bibit, dilakukan pada saat umur tanaman 70 sampai 90 hari. Untuk bibit benih bawang merah mbsia mencapai 170 hari.

pemanenan bawang merah

Ciri-ciri tanaman bawang merah  siap panen yang siap dipanen diantaranya:

  • Jika dipegang, pada bagian pangkal daun sudah lemas,
  • 70- 80% bagian daunnya berwarna kuning pucat dan 80% telah rebah,
  • Sebagian umbi sudah terlihat dipermukaan tanah,
  •  Umbi bawang berwarna merah tua/keunguan.

Pemanenan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah, caranya dengan mencabut seluruh tanaman secara hati-hati lalu ikat menjadi satu dan setiap ikatan terdiri dari tanaman yang diikat pada 1 / 3 bagian ujung daunnya. Hal yang perlu diperhatikan saat pemanenan adalah hindari luka pada umbi akibat gesekan dengan tanah dan umbi yang tertinggal dalam tanah. Untuk menghindari umbi bawang merah terluka, lakukan penyiraman 1-2 hari sebelum panen.

Pasca panen bawang merah

Pelayuan

Tujuan proses pelayuan dan pengeringan umbi bawang merah adalah untuk mengurangi kadar air terutama pada daun dan leher umbi bawang merah, dengan pelayuan daun dapat menghasilkan warna umbi yang lebih mengkilat. Pelayuan dilakukan dengan menjemur bawang merah di bawah sinar matahari selama 2-3 hari setelah panen atau sampai daun setengah kering.
Usahakan umbi bawang tidak terkena sinar matahari secara langsung, namun hanya bagian daun dan leher umbi bawang merah saja. Bila cuaca tidak memungkinkan, lakukan pelayuan dengan cara mekanis yaitu dengan menghembuskan udara panas bersuhu 46 0 C selama 16 jam dengan kelembaban nisbi 70-80%. Proses pelayuan juga dimaksudkan untuk mengurangi proses pembusukan. Selain itu, pengurangan bobot umbi jauh lebih kecil dibandingkan umbi yang disimpan tanpa proses pelayuan. Melalui proses pelayuan, dapat menurunkan susut bobot umbi 3-5%.

gambar bawang merah
Pengeringan
Tujuan proses pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air umbi bawang merah sampai batas  perkembangan mikro organisme dan kegiatan enzimatis. Umumnya, proses  pengeringan hampir sama dengan pelayuan, hanya waktunya lebih lama yaitu 7-14 hari.
  •  Proses pengeringan dengan cara menggantung di atas para para dan balik posisi setiap 2 hari, namun cara ini sangat tergantung pada kondisi cuaca.
  • Penjemuran  dengan menyusun barisan 5-7 baris, posisi daun pada bagian atas. Pembalikan lakukan 2-3 hari sekali. Hentikan proses pengeringan  pada saat umbi telah mencapai susut bobot 25-40 % dan kadar air umbi telah mencapai 80-84%.
  • Jika ingin umbi menjadi benih umbi,  jemur bawang merah di bawah matahari langsung selama 7-14 hari. Penjemuran lakukan pada pagi hari sampai jam 11 siang (kadar air berkisar 80-84% dan bobot umbi telah susut 25-40%). Kemudian lakukan penyimpanan dengan membentuk ikatan terlebih dahulu kemudian gantung pada rak-rak penyimpanan.

Suhu ruang penyimpanan diatur berkisar  20 derajat C dengan kelembaban nisbi 65-70%. Setelah simpan sesuai dengan waktu yang tertentu (2-3 bulan), maka umbi bawang merah dapat  menjadi benih sumber sampai umbi siap sebagai benih sebar.

Penutup

Menanam bawang merah di polybag atau pot adalah cara praktis bagi pemula yang ingin mencoba pertanian di ruang terbatas. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menanam dan merawat bawang merah dengan sukses, serta menghasilkan panen yang memuaskan. Ingatlah untuk memberikan perhatian khusus pada penyiraman, pencahayaan, dan pemupukan agar bawang merah Anda tumbuh subur dan berkualitas tinggi.

Scroll to Top