Lengkuas atau dalam bahasa ilmiahnya Alpinia galanga, adalah tumbuhan rimpang penting dalam masakan Asia Tenggara, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Rimpang lengkuas memiliki aroma harum dan rasa pedas yang unik, umum sebag sebagai bumbu dalam masakan, ramuan obat tradisional, maupun minuman. Selain kegunaannya dalam dunia kuliner, lengkuas juga memiliki sejarah panjang sebagai tanaman obat dan rempah tradisional.
Kandungan fitokimia dalam lengkuas, seperti minyak atsiri dan senyawa bioaktif lainnya, memberikan manfaat kesehatan secara ilmiah. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang asal usul, klasifikasi, morfologi, manfaat, dan cara budidaya lengkuas. Berikut pembahasannya.

Asal Usul Lengkuas
Lengkuas berasal dari Asia Tenggara dan banyak tumbuh liar di hutan jati atau di semak belukar. Nama “lengkuas” berasal dari bahasa Melayu, yaitu lengkuas yang berakar dari bahasa Proto-Melayu-Polinesia lankuas dengan kata serumpun dalam Tagalog, Bikol, Kapampangan, Visayan, dan lain lain. Lengkuas juga sebagai laos dalam bahasa Jawa dan laja dalam bahasa Sunda. Pusat budidaya selama perdagangan rempah-rempah pada mulanya berlangsung di Jawa. Hingga kini, lengkuas masih jadi budidaya secara luas di Asia Tenggara, terutama di Kepulauan Sunda Besar dan Filipina.
BACA JUGA : Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2019
Klasifikasi

- Kerajaan: Plantae
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Liliopsida
- Ordo: Zingiberales
- Famili: Zingiberaceae
- Subfamili: Alpinioideae
- Tribus: Alpinieae
- Genus: Alpinia
- Spesies: A. galanga
Morfologi
Lengkuas memiliki ciri atau morfologi sebagai berikut.
Batang
Terna tegak yang tingginya 2 m atau lebih. Batangnya yang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Seluruh batangnya ditutupi pelepah daun. Batangnya ini bertipe batang semu.
Daun
Daunnya tunggal, bertangkai pendek, berbentuk daun lanset memanjang, ujungnya runcing, pangkalnya tumpul, dan tepinya rata. Ukurannya daunnya adalah: 25-50 cm × 7–15 cm. Pelepah daunnya berukuran 15–30 cm, beralur, dan berwarna hijau.
Bunga
Bunga majemuk yang berbentuk lonceng, ada yang berwarna putih kekuningan dan ada juga yang berwarna putih kehijauan, dan berbau harum.
Rimpang
Rimpang merupakan rimpang yang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2–4 cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat, mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih.
Manfaat Lengkuas

Lengkuas atau juga dikenal sebagai laos, memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Beberapa manfaat dari lengkuas yaitu.
Meningkatkan Kesehatan Rambut
Manfaatnya dapat membantu meningkatkan kesehatan rambut. Mungkin karena kandungan nutrisi tertentu yang dapat mendukung pertumbuhan dan kekuatan rambut.
Meningkatkan Kesuburan Pria
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lengkuas dapat berkontribusi pada peningkatan kesuburan pria. Ini dapat dicapai dengan merangsang spermatogenesis (proses pembentukan sperma) dan meningkatkan jumlah serta motilitas sperma.
Mencegah Infeksi
Memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi. Kandungan senyawa aktif dapat berperan sebagai agen antibakteri dan antivirus.
Meredakan Nyeri Sendi
Lengkuas diketahui memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri sendi. Ini membuatnya bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami masalah sendi atau arthritis.
Mengurangi Risiko Tumor dan Kanker
Beberapa penelitian mendukung klaim bahwa lengkuas dapat membantu mengurangi risiko tumor dan kanker. Kandungan antioksidan dalam lengkuas dapat berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan perkembangan sel kanker.
Obat Jerawat
Lengkuas juga dapat sebagai obat jerawat. Sifat antibakteri dalam lengkuas dapat membantu mengatasi jerawat dan masalah kulit lainnya.
Melindungi Kulit
Terdapat manfaat lengkuas untuk melindungi dan meremajakan kulit. Senyawa-senyawa aktif yang terkandung dapat membantu menjaga kelembapan kulit, mengurangi keriput, dan memberikan tampilan yang lebih sehat.
Cara Budidaya Lengkuas
Berikut adalah beberapa tatacara membudidayakan lengkuas.
Persemaian
Bibit lengkuas melalui proses penyemaian. Awali penyemaian dengan menjemur yang baru panen, namun tidak sampai kering. Rimpang lalu simpan selama 30-60 hari, lalu patahkan dengan tangan. Lengkuas yang dipatahkan harus memiliki 3-5 mata tunas, lalu dijemur ulang selama 1-1.5 hari. Bibit dicelupkan kedalam larutan fungsida untuk mengeliminasi jamur dan parasite yang menempel. Bibit lalu dimasukkan kedalam peti kayu dan sambal ditutup dengan abu gosok dan sekam padi secara bergantian hingga penuh. Hasil persemaian lalu dibuka setelah 2-4 minggu.
Penanaman
Penanaman cukup mudah karena metodenya hampir sama dengan penanaman tanaman rimpang lainnya. Waktu penanaman di awal musim penghujan. Hal ini karena tunas muda membutuhkan banyak air. Penanaman dilakukan d iatas bedengan, lalu dibuat lubang tanaman sedalam 3-7.5 cm. Posisikan bibit rebah dalam lubang.
Pemeliharaan
Pemeliharaan meliputi penyulaman, pemumpukan, penyiangan, penyiraman. Penyulamana dilakukan 2-3 minggu setelah tanam. Pupuk biasanya pupuk kandang atau pupuk kompos. Penyiangan gulma ketika tanaman berumur 2-4 minggu dan secara terus menerus hingga tanaman 3-6 minggu. Hentikan ketika tanaman berumur 6-7 bulan. Lengkuas tidak membutuhkan banyak air menjelang panen.
Pemupukan
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, maka perlu pemupukan. Pemupukan menggunakan pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Adapun fungsi dan dosis pada tanaman lengkuas dari masing-masing yaitu.
- Pupuk Organik Padat. Penggunaan pupuk organik padat menyesuaikan dengan umur dari tanaman. Untuk aplikasi pada tanaman dengan cara larutkan dalam air kemudian siramkan atau kocorkan secara merata. Untuk detail penggunaan pupuk organik padat yaitu sebelum olah tanah dengan dosis 1-2 sendok makan yang larut dalam 10 liter air untuk 50 tanaman. Setelah 14 hari tanam lakukan pemupukan lagi dengan dosis yang sama.
- Pupuk Organik Cair. Penggunaan pupuk organik cair yaitu pemberian 10 hari sekali. Berikan dengan cara siramkan maupun semprot pada tanaman. Untuk dosis penggunaan yaitu 3 tutup botol pupuk organik cair larutkan dalam 14 liter air siramkan pada pada sejumlah 70 tanaman.
Panen
Panen setelah tanaman berumur 10-12 bulan. Tanaman lengkuas yang siap panen memiliki ciri-ciri daun yang mulai layu. Panen dengan cara membongkar rimpang dengan rimpang garpu tanah, lalu angkat garpu ke atas secara perlahan. Bersihkan hasil panen dengan cara pukul pelan-pelan untuk memisahkannya dari kotoran.
