Pohon Cendana: Klasifikasi, Ciri Ciri, Jenis, dan Manfaat

Yuk Bagikan ..

Pohon cendana adalah pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, dan bahan untuk obat-obatan. Pohon cendana juga kabarnya merupakan tanaman yang langka akibat dieksploitasi berlebihan dan sulit ditemukan di pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur. Artikel kali ini, akan membahas tentang klasifikasi, ciri ciri, jenis, dan manfaat.

pohon-cendana

Klasifikasi Pohon Cendana

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub Divisi: Angiospermae
  • Kelas: Dicotyledone
  • Sub Kelas: Rosidae
  • Ordo: Santales
  • Famili: Santalaceae
  • Genus: Santalum
  • Spesies: Santalum album

Ciri Ciri Pohon Cendana

pohon-kayu-cendana

Pohon cendana memiliki ciri atau morfologi sebagai berikut.

Batang

Pohon cendana secara morfologis memiliki batang yang cukup kecil dibandingkan batang pohon pada umumnya. Tinggi tanaman cendana yang sudah tua dapat mencapai 20 meter dengan diameter batang hingga 40 cm. Tanaman ini memiliki tajuk yang ramping dan tumbuh melebar.BACA JUGA :  Pohon Angsana: Klasifikasi, Ciri Ciri, Manfaat, Syarat Tumbuh, dan Cara Budidaya

Tanaman ini memiliki batang berbentuk monopodial yang mengarah ke atas. Batang tersebut memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan. Sementara itu bagian akarnya tidak berbanir.Cendana termasuk tanaman dengan arsitektur roux.Tanaman ini memiliki kayu gubal putih. Kayu terasnya berwarna gelap atau terang. Jika cendana memiliki kayu teras berwarna terang, maka kandungan minyaknya lebih banyak dibandingkan kayu teras warna gelap.

Daun

Cendana memiliki daun yang termasuk daun tunggal dengan tulang daun menyirip. Daunnya kecil yakni sekitar 4-8 cm dengan lebar 2-4 cm berwarna hijau dan pinggiran bergelombang. Daunnya juga dikenal dengan bentuk jorong oblong di mana bagian pangkal daun dan ujung daunnya berbentuk runcing.

Bunga

Cendana memiliki bunga dengan tipe majemuk. Bunga cendana berbentuk menyerupai payung malai atau menggarpu. Bunga tersebut biasanya muncul di bagian ujung daun. Namun ada juga bunga yang muncul dari ketiak daun.Hiasan bunganya seperti tabung dan lonceng dengan panjang sekitar 1 mm. Awalnya bunga tersebut berwarna kuning. Namun warnanya akan berubah menjadi merah kecoklatan sebelum akhirnya rontok. Cendana biasanya mulai berbunga ketika sudah berumur 5 tahun.

Buah

Setelah berbunga, pohon cendana juga akan menghasilkan buah. Buah tersebut termasuk drupe atau buah batu kecil berbentuk jorong berwarna merah kehitaman. Buah tersebut memiliki diameter kurang dari 1 cm. Jika sudah matang, daging kulit buah tersebut akan berwarna hitam.Buah dengan tipe seperti ini memiliki 3 lapisan yakni endocarp yang keras, mesocarp berdaging, dan lapisan ekskarp. Biasanya buah tersebut berada di ujung ranting dengan jumlah 4-10 buah. Dalam setahun, tanaman ini dapat berbuah 2 kali.

Jenis Jenis Pohon Cendana

Pohon cendana memiliki dua jenis yaitu cendana putih dan cendana merah. Cendana putih biasanya tumbuh di daerah Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Pulau Flores, Sumba, Rote dan lain-lainnya. Sedangkan untuk cendana merah sendiri biasanya tumbuh di daerah Asia Barat seperti di negara India. Dari segi kualitas cendana putih dan cendana merah memiliki perbedaan, cendana putih memiliki bau harum yang lebih kuat sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan cendana merah yang memiliki harga jual lebih rendah dan kurang diminati di pasaran.

Manfaat Pohon Cendana

manfaat-pohon-cendana

Minyak cendana adalah minyak yang berasal dari akar dan kayu pohon cendana yang mengandung berbagai zat kimia yang memiliki sifat antibakteri, antiradang, dan antivirus. Mengandung antioksidan yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Berkat efeknya ini, minyak cendana memiliki beragam manfaat kesehatan yang meliputi.

BACA JUGA :  Tumbuhan Xerofit: Pengertian, Ciri Ciri, dan Contohnya

 Mengurangi peradangan

Memiliki sifat antiradang yang cukup kuat. Berkat efek ini, kayu cendana sudah secara turun temurun untuk mengatasi peradangan, misalnya nyeri sendi dan nyeri otot. Selain itu, kayu cendana juga bisa untuk mengobati gejala eksim. Namun, manfaat kayu cendana ini belum bisa menggantikan pengobatan eksim dari dokter, ya.

Meredakan gejala flu

Manfaat minyak cendana untuk kesehatan selanjutnya adalah meredakan flu. Ini karena minyak cendana bersifat antiradang. Selain itu, minyak cendana juga bisa digunakan sebagai obat rumahan untuk mengatasi pilek dan batuk saat flu. Cara menggunakannya adalah dengan mencampur beberapa tetes minyak cendana ke air hangat, lalu hirup uapnya selama beberapa menit.

Menenangkan pikiran

Menghirup aroma minyak cendana bisa memperbaiki suasana hati yang sedang kacau. Aromanya yang harum dan menenangkan  bisa memperbaiki suasana hati. Aromanya juga mampu mengurangi kadar hormon kortisol dalam tubuh sehingga bisa mengurangi rasa cemas dan stres. Oleh karena itu, cocok  sebagai aromaterapi atau campuran diffuser.

Membantu proses penyembuhan luka

Karena bersifat antiradang, minyak cendana bisauntuk membantu proses penyembuhan luka ringan di kulit, misalnya luka lecet. Selain itu, kandungan antibakteri pada minyak ini membuatnya cocok sebagai antiseptik alami. Namun, untuk menggunakannya, kamu perlu mencampur beberapa tetes minyak cendana dengan carrier oil, seperti minyak kelapa atau minyak kedelai. Ini bertujuan agar minyak cendana tidak menimbulkan rasa perih pada kulit .

Mengurangi kerutan di kulit

Kandungan antioksidan pada minyak cendana berperan penting untuk menjaga kesehatan kulit. Soalnya, zat ini bisa mengurangi peradangan dan mencegah kerusakan sel-sel kulit. Tak hanya itu, minyak cendana juga termasuk minyak esensial alami yang bisa melembapkan kulit, sehingga baik untuk mengurangi dan mencegah munculnya kerutan.

Scroll to Top