Tanaman hydrilla (Hydrilla verticillata) adalah salah satu jenis tanaman air yang tumbuh perairan tawar di berbagai belahan dunia. Terkenal karena kemampuannya tumbuh subur serta menjalar di perairan yang mengalir maupun diam. Memiliki sifat yang invasif, tanaman ini bisa tumbuh dengan cepat dan menutupi perairan dengan rapat sehingga dapat memengaruhi ekosistem air serta kehidupan biota di dalamnya. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang asal usul, klasifikasi, morfologi, jenis, habitat, dan manfaat tanaman hydrilla. Berikut pembahasannya.

Asal Usul Tanaman Hydrilla
Tanaman hydrilla adalah tanaman yang belum jelas asal usulnya darimana. Namun, beberapa ilmuan meyakini bahwa tanaman hydrilla adalah tanaman yang berasal dari Asia, dan ada juga yang mengatakan dari Afrika atau Australia.
Hydrilla mulai menyebar ke Amerika Utara pada awal tahun 1950an , masuk lewat Amerika Serikat bagian selatan untuk tanaman akuarium. Tanaman ini menyebar ke saluran air ketika orang membuang akuarium mereka ke danau atau sungai. Hydrilla sangat mudah beradaptasi dan tumbuh subur di perairan tenang dan mengalir, termasuk sungai, danau, kolam, lahan basah, sungai kecil, dan selokan basah, serta dalam berbagai kondisi nutrisi dan cahaya.
Tanaman ini tumbuh hingga 2,5 cm sehari. Ia memiliki keunggulan kompetitif daripada banyak tanaman asli karena ia mulai mengubah sinar matahari menjadi energi yang membantunya tumbuh (proses fotosintesis) lebih awal daripada kebanyakan tanaman. Karena potongan tanaman yang sangat kecil dapat berkembang menjadi tanaman baru, hydrilla mudah menyebar ketika arus air, baling-baling perahu, trailer, alat tangkap, atau orang membawa tanaman atau pecahan tanaman ke daerah baru.
Klasifikasi Tanaman Hydrilla

- Kingdom: Plantae
- Subkingdom: Tracheobionta
- Superdivisi: Spermatophyta
- Divisi: Magnoliophyta
- Kelas: Liliopsida
- Subkelas: Alismatidae
- Ordo: Hydrocharitales
- Famili: Hydrocharitaceae
- Genus: Hydrilla
- Spesies: Hydrilla verticillata
Morfologi Tanaman Hydrilla
Tanaman ini memiliki ciri ciri atau morfologi sebagai berikut yaitu.
Akar
Tanaman Hydrilla memiliki akar serabut yang tumbuh dari rimpang dengan panjang sekitar 10-15 cm. Akar dari hydrilla mampu menembus kedalaman hingga 2 meter.
Batang
Batangnya tumbuh hingga panjang 1–2m. Daunnya tersusun melingkar dua sampai delapan di sekeliling batang, masing-masing daun memiliki panjang 5–20 mm dan lebar 0,7–2 mm, dengan gerigi atau duri kecil di sepanjang tepi daun pelepah daun sering berwarna kemerahan bila masih segar.
Daun
Daun tumbuhan hydrilla tumbuh mengelilingi batang. Setiap daun dari tanaman hydrilla bervariasi panjangnya antara 5 hingga 20mm, serta lebarnya antara 0,7 hingga 2mm. Bentuk daunnya memiliki tepian bergerigi dan warna merah kemerahan saat masih segar.
Bunga
Hydrilla adalah jenis tumbuhan yang bisa bersifat monoecious atau dioecious. Jika dalam kondisi dioecious (berumah dua), terdapat dua jenis kelamin yang muncul, yakni bunga jantan dan bunga betina. Bunga dari hydrilla sangat kecil dengan tiga jenis kelopak dan tiga mahkota. Panjang mahkota bunga ini berkisar antara 3mm hingga 55mm.
Jenis Jenis Tanman Hydrilla

Hydrilla adalah jenis tanaman air yang dikenal sebagai gulma air karena kemampuannya untuk tumbuh dengan cepat dan mengganggu ekosistem perairan. Berikut adalah beberapa jenis tanaman hydrilla yang dapat ditemukan.
- Brazillian elodea atau egeria densa
- Hydrilla verticillata
- Elodea canadensis
Hydrilla verticillata adalah jenis hydrilla yang paling umum dan sering ditemukan di berbagai jenis perairan, seperti kolam, danau, sungai, dan kanal
Habitat Tanaman Hydrilla
Hydrilla merupakan tanaman air abadi yang terendam dan dapat ditemukan di berbagai habitat perairan seperti waduk, danau, kolam, mata air, sungai, dan zona pasang surut. Ia dapat mentolerir berbagai kondisi kimia air termasuk danau dan kolam dengan konsentrasi nutrisi tinggi dan rendah. Jarang ditemukan di sistem air yang bergerak cepat. Hydrilla akan mentolerir salinitas setinggi 7% dan kisaran keasaman yang luas, meskipun pertumbuhan optimal terlihat pada pH 7. Ia akan tumbuh dalam kondisi cahaya yang sangat rendah, 1% dari sinar matahari penuh, sehingga memungkinkannya untuk berkoloni di kedalaman yang lebih dalam daripada banyak lainnya.
Manfaat Tanaman Hydrilla

Meskipun tanaman ini kerap kali dianggap sebagai gulma, tanaman ini memiliki beberapa manfaat yang berefek kepada lingkungan sekitar diantaranya.
Sebagai Habitat dan Makanan Bagi Organisme Air
Tanaman hydrilla dapat memberikan tempat berlindung, berkembang biak, dan mencari makan bagi berbagai jenis organisme perairan, seperti ikan, serangga air, dan plankton.
Sebagai Bahan Pengisi Transportasi Kering Ikan Nila
Hydrilla merupakan tumbuhan air yang tidak beracun, teksturnya seragam dan tidak memiliki lendir. Fungsi hydrilla sebagai bahan pengisi untuk transportasi kering ikan nila.
Sebagai Pupuk Hijau
Tumbuhan hydrilla mengandung nitrogen dan karbon organik yang merupakan unsur yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga tumbuhan hydrilla sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai pupuk hijau.
Mengurangi Polusi CO2 Di Udara
Proses fotosintesis tanaman hydrilla membantu dalam penyerapan CO2 dari atmosfer. Karbon yang terikat dari CO2 berubah menjadi bahan organik untuk membentuk sel tanaman. Dengan begitu, hydrilla secara tidak langsung membantu mengurangi polusi CO2 di udara.
